KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) menyambut positif langkah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang tengah menyiapkan kewajiban pemasangan gawai proteksi arus sisa (GPAS) pada instalasi listrik tegangan rendah sebagai bagian dari penguatan standardisasi kelistrikan nasional.
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba menilai rencana pemerintah mengganti miniature circuit breaker (MCB) dengan perangkat proteksi yang lebih sensitif seperti residual current breaker with overcurrent protection (RCBO) merupakan kebijakan yang sangat tepat untuk meningkatkan keselamatan konsumen listrik.
Baca Juga:
Tanda Psikopat pada Anak Bisa Muncul Sejak Balita, Ini Ciri yang Perlu Diwaspadai
“Di era standardisasi kelistrikan seperti sekarang, program pemerintah untuk mendorong penggantian MCB ke GPAS sangat tepat, karena keselamatan konsumen harus ditempatkan sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan ketenagalistrikan,” ujar Tohom, dikutip Minggu (7/6/2026).
Menurut Tohom, GPAS bukan hanya alat tambahan dalam instalasi listrik, melainkan bagian penting dari sistem perlindungan konsumen terhadap risiko korsleting, sengatan listrik, dan kebakaran yang kerap berawal dari instalasi tegangan rendah.
Ia mengatakan, kebijakan ini juga menunjukkan bahwa pemerintah dan PLN bergerak menuju standar pelayanan listrik yang lebih modern, aman, dan berorientasi pada perlindungan masyarakat luas.
Baca Juga:
Viral Roti Rp 1.500 Jadi Rp 3.000 di Nota MBG, SPPG yang Diduga Terlibat Masih Dicari
“Selama ini publik sering melihat listrik hanya dari sisi ketersediaan pasokan, padahal kualitas instalasi dan perangkat proteksi di sisi konsumen juga sangat menentukan keselamatan rumah tangga, pasar, perkantoran, gedung publik, dan pusat-pusat aktivitas ekonomi,” ucapnya.
Tohom menilai, langkah standardisasi melalui GPAS akan semakin relevan seiring meningkatnya konsumsi listrik masyarakat dan bertambahnya penggunaan peralatan elektronik di rumah, tempat usaha, maupun fasilitas publik.
Ia menyebut, semakin kompleksnya kebutuhan listrik masyarakat harus diimbangi dengan perangkat proteksi yang lebih adaptif, sehingga sistem kelistrikan tidak hanya andal dari hulu, tetapi juga aman sampai ke titik pemanfaatan akhir.