KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) menilai kebijakan PT PLN (Persero) menjadikan co-firing biomassa di PLTU sebagai strategi cepat (quick win) menuju Net Zero Emission (NZE) 2060 merupakan langkah realistis dan terukur dalam fase transisi energi nasional.
Pendekatan ini dinilai mampu menekan emisi karbon tanpa mengganggu keandalan pasokan listrik, sekaligus memberi ruang adaptasi sebelum sistem energi baru terbarukan skala besar beroperasi penuh.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Capaian Listrik Nasional 2025, Dorong Akselerasi Transisi Energi Bersih
“Co-firing biomassa adalah pilihan paling rasional dalam fase transisi, karena tidak menunggu pembangunan pembangkit baru namun langsung menurunkan intensitas emisi dari aset yang sudah ada,” kata Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, Sabtu (17/1/2026).
Menurut Tohom, strategi quick win menjadi krusial agar komitmen NZE 2060 tidak berhenti sebagai target normatif.
Ia menilai integrasi co-firing biomassa ke dalam misi perusahaan dan agenda Environmental, Social, and Governance (ESG) PLN menunjukkan adanya keseriusan institusional dalam mengawal transisi energi.
Baca Juga:
ALPERKLINAS: Diskon Tambah Daya PLN Dorong Percepatan Elektrifikasi Rumah Tangga dan Kendaraan Listrik
“Transisi energi harus dijalankan secara bertahap dan terukur. Co-firing memungkinkan PLN menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional sekaligus mulai mengurangi ketergantungan pada batubara secara sistematis,” ujarnya.
Tohom juga menggarisbawahi pentingnya perlindungan konsumen listrik dalam setiap kebijakan transisi energi.
Menurutnya, peralihan menuju energi yang lebih bersih tidak boleh berujung pada beban tarif bagi masyarakat.