Menurutnya, pendekatan VR tidak hanya bermanfaat untuk edukasi, tetapi juga berpotensi meningkatkan kualitas pengawasan, efisiensi operasional, dan akuntabilitas pengelolaan pembangkit.
“Konsumen berhak tahu dari mana listrik berasal dan bagaimana dampaknya bagi lingkungan. VR menjawab kebutuhan itu,” ucapnya.
Baca Juga:
PLN Luncurkan Clean Energy Day, Dorong Gaya Kerja Ramah Lingkungan
ALPERKLINAS juga mendorong agar inovasi serupa direplikasi di wilayah lain, terutama daerah yang tengah mengembangkan EBT.
“Jika model ini diterapkan secara luas, kepercayaan publik terhadap agenda energi bersih nasional akan semakin kuat. Pada akhirnya, ini mendukung kemandirian energi dan keberlanjutan jangka panjang,” kata Tohom.
Sebelumnya, General Manager PLN UID Jawa Timur Ahmad Mustaqir menjelaskan bahwa teknologi VR memungkinkan pemantauan, pengendalian, evaluasi, hingga pemeliharaan terbatas pembangkit EBT dari satu lokasi terpusat, sekaligus menjadi sarana edukasi publik mengenai pengembangan energi ramah lingkungan.
Baca Juga:
PLN UID Jabar Perkuat Ekosistem EV di Tengah Lonjakan Pengguna
[Redaktur: Mega Puspita]