KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) merespons positif keberhasilan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB) dalam melakukan pemberian tegangan pertama (energize) GISTET 500 kV Paiton Extension dan SUTET 500 kV PEC–GISTET Paiton Extension.
ALPERKLINAS menilai capaian ini sebagai momentum penting dalam memperkuat keandalan sistem kelistrikan nasional, khususnya bagi konsumen di Jawa Timur dan wilayah interkoneksi Jawa-Madura-Bali.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Keputusan Negara Serahkan PLTA Batang Toru ke PLN
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, menyatakan keberhasilan energize dua infrastruktur krusial tersebut harus dibaca sebagai investasi jangka panjang untuk kepentingan publik.
“Ini adalah fondasi strategis agar konsumen mendapatkan listrik yang stabil, berkualitas, dan berkelanjutan,” ujar Tohom, Selasa (3/2/2026).
Menurut Tohom, beroperasinya GISTET dan SUTET 500 kV Paiton Extension akan mengoptimalkan evakuasi daya dari pembangkit-pembangkit besar di timur Jawa.
Baca Juga:
Bangun Infrastruktur Tak Cukup, ALPERKLINAS Dorong Edukasi Keselamatan Penggunaan EV
“Dengan sistem transmisi yang kuat, potensi gangguan bisa ditekan dan risiko pemadaman berkurang. Pada akhirnya, konsumen rumah tangga, industri, hingga UMKM yang paling merasakan manfaatnya,” katanya.
Ia menilai langkah PLN sejalan dengan kebutuhan menghadapi peningkatan beban listrik di masa depan.
“Pertumbuhan ekonomi, elektrifikasi industri, dan transisi energi menuntut infrastruktur yang siap sejak sekarang. PSN seperti ini harus terus dikawal agar tepat mutu, tepat waktu, dan tepat manfaat,” tegas Tohom.
Lebih lanjut, Tohom menekankan pentingnya standar keamanan dan kualitas tinggi sebagaimana disampaikan manajemen PLN UIP JBTB dan UPP JBTB 3 Malang.
“Kerja keras tim lapangan patut diapresiasi, namun yang tak kalah penting adalah transparansi dan komunikasi kepada publik agar konsumen memahami nilai strategis proyek ini,” ujarnya.
ALPERKLINAS juga mendorong PLN untuk memastikan prinsip keberlanjutan dan perlindungan konsumen berjalan beriringan.
“Keandalan sistem harus dibarengi efisiensi biaya, keselamatan lingkungan, dan pelayanan yang responsif. Infrastruktur kuat harus bermuara pada tarif yang wajar dan layanan yang adil,” kata Tohom.
Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional, GISTET 500 kV Paiton Extension yang menggunakan teknologi gas insulated dinilai lebih efisien dan andal.
Tohom berharap keberhasilan ini menjadi model percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan lain di Indonesia.
“Jika backbone 500 kV kokoh, maka sistem nasional akan lebih resilien menghadapi tantangan ke depan,” pungkasnya.
[Redaktur: Mega Puspita]