Menurutnya, konsumen saat ini semakin sadar akan pentingnya energi bersih.
Oleh karena itu, langkah PLN dalam mempercepat dekarbonisasi dinilai sejalan dengan kebutuhan masa depan.
Baca Juga:
Kolaborasi ITERA–PLN Dorong Inovasi Energi, ALPERKLINAS: Menuju Kemandirian Listrik Nasional
“Konsumen tidak hanya butuh listrik yang andal, tetapi juga yang ramah lingkungan. Ini adalah tuntutan zaman, dan PLN sudah mulai menjawabnya,” tambah Tohom.
Ia juga menyoroti peningkatan signifikan dalam reduksi emisi gas rumah kaca PLN yang melonjak hampir empat kali lipat dalam lima tahun terakhir.
“Lonjakan dari 12,9 juta ton CO₂ menjadi 51,1 juta ton CO₂ menunjukkan keseriusan transformasi. Ini bukan angka kecil, ini lompatan strategis yang berdampak global,” tegasnya.
Baca Juga:
Soal Kuota Internet Hangus, 8 Hakim MK Cecar Operator Seluler
Tohom menilai capaian ini juga akan memperkuat posisi PLN di tingkat internasional sebagai perusahaan utilitas yang adaptif terhadap isu ESG (Environmental, Social, and Governance).
“Ke depan, PLN berpotensi menjadi benchmark bagi utility di kawasan Asia Tenggara jika konsistensi ini terus dijaga,” katanya.
Namun demikian, ia mengingatkan agar capaian PROPER tidak membuat perusahaan berpuas diri.