KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) mengapresiasi capaian PT PLN (Persero) yang berhasil meraih 46 penghargaan PROPER 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).
Menurut ALPERKLINAS, pencapaian ini menunjukkan bahwa transformasi berkelanjutan yang dilakukan PLN tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah nyata bagi konsumen listrik di Indonesia.
Baca Juga:
Kolaborasi ITERA–PLN Dorong Inovasi Energi, ALPERKLINAS: Menuju Kemandirian Listrik Nasional
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, menilai capaian 11 PROPER Emas dan 35 PROPER Hijau menjadi indikator kuat bahwa PLN telah bergerak ke arah yang tepat dalam membangun sistem kelistrikan yang modern dan berkelanjutan.
“Ini adalah validasi bahwa PLN sedang membangun fondasi listrik masa depan yang lebih bersih, efisien, dan berorientasi pada kepentingan konsumen,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Ia menegaskan bahwa keberhasilan meraih PROPER Emas menunjukkan PLN tidak hanya patuh regulasi, tetapi juga mampu melampaui standar melalui inovasi sosial dan lingkungan.
Baca Juga:
Soal Kuota Internet Hangus, 8 Hakim MK Cecar Operator Seluler
“Ketika perusahaan listrik negara mampu mencapai level beyond compliance, maka dampaknya langsung terasa pada kualitas layanan, efisiensi biaya, dan keberlanjutan pasokan listrik bagi masyarakat,” kata Tohom.
Lebih lanjut, Tohom yang juga Ketua Umum PLN Watch ini melihat transformasi hijau PLN sebagai bagian penting dari strategi besar menjaga ketahanan energi nasional di tengah tekanan global terhadap isu perubahan iklim.
“PLN tidak bisa lagi hanya dilihat sebagai penyedia listrik, tetapi sebagai penggerak transisi energi. Dengan pengembangan EBT, co-firing biomassa, hingga teknologi rendah emisi, PLN sedang membentuk ekosistem energi baru,” jelasnya.
Menurutnya, konsumen saat ini semakin sadar akan pentingnya energi bersih.
Oleh karena itu, langkah PLN dalam mempercepat dekarbonisasi dinilai sejalan dengan kebutuhan masa depan.
“Konsumen tidak hanya butuh listrik yang andal, tetapi juga yang ramah lingkungan. Ini adalah tuntutan zaman, dan PLN sudah mulai menjawabnya,” tambah Tohom.
Ia juga menyoroti peningkatan signifikan dalam reduksi emisi gas rumah kaca PLN yang melonjak hampir empat kali lipat dalam lima tahun terakhir.
“Lonjakan dari 12,9 juta ton CO₂ menjadi 51,1 juta ton CO₂ menunjukkan keseriusan transformasi. Ini bukan angka kecil, ini lompatan strategis yang berdampak global,” tegasnya.
Tohom menilai capaian ini juga akan memperkuat posisi PLN di tingkat internasional sebagai perusahaan utilitas yang adaptif terhadap isu ESG (Environmental, Social, and Governance).
“Ke depan, PLN berpotensi menjadi benchmark bagi utility di kawasan Asia Tenggara jika konsistensi ini terus dijaga,” katanya.
Namun demikian, ia mengingatkan agar capaian PROPER tidak membuat perusahaan berpuas diri.
“Tantangan ke depan jauh lebih kompleks. PLN harus menjaga momentum, meningkatkan transparansi, dan memastikan bahwa transformasi ini benar-benar dirasakan hingga ke pelanggan di level paling bawah,” tutup Tohom.
Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH menyampaikan bahwa PROPER merupakan instrumen penting dalam mendorong perusahaan tidak hanya patuh terhadap regulasi, tetapi juga melampaui standar melalui inovasi berkelanjutan.
Pada 2025, jumlah peserta PROPER mencapai 5.476 perusahaan atau meningkat 22% dibandingkan tahun sebelumnya.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]