Tohom juga memandang rencana replikasi GIGA ONE ke sektor hidro, bayu, dan Battery Energy Storage System (BESS) sebagai sinyal kuat menuju sistem energi yang lebih adaptif.
“Integrasi pembangkit dengan sistem penyimpanan energi akan menjadi kunci stabilitas jaringan listrik di era energi terbarukan,” ujarnya.
Baca Juga:
Infrastruktur PLN Sokong Microsoft di Jabar, ALPERKLINAS: Momentum Transformasi Digital Indonesia
Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara percepatan proyek dan perlindungan konsumen.
“Transformasi energi harus tetap berpihak pada keterjangkauan tarif dan kualitas layanan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas,” katanya.
Sebelumnya, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan bahwa strategi bundling GIGA ONE membuat proyek menjadi lebih bankable dan efisien.
Baca Juga:
Grid Extension Banyuasin Perkuat Listrik Daerah, ALPERKLINAS: Fondasi Penting Dorong Investasi
Sementara Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN Suroso Isnandar menyebut program ini sebagai penggerak awal menuju target pembangunan PLTS 100 GW yang dicanangkan pemerintah.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]