Tohom juga menilai bahwa dorongan terhadap peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) akan menjadi multiplier effect bagi industri nasional.
“Ketika rantai pasok dalam negeri diperkuat, kita tidak hanya membangun pembangkit listrik, tetapi juga menciptakan basis industri manufaktur energi yang berdaya saing global,” katanya.
Baca Juga:
Infrastruktur PLN Sokong Microsoft di Jabar, ALPERKLINAS: Momentum Transformasi Digital Indonesia
Ia menambahkan bahwa proyek ini berpotensi menciptakan gelombang baru green jobs yang berkelanjutan.
“Lapangan kerja yang lahir dari sektor energi bersih memiliki karakter jangka panjang dan bernilai tinggi, ini akan menjadi fondasi ekonomi masa depan yang lebih resilient,” ujar Tohom.
Tohom yang juga Ketua Umum PLN Watch ini mengatakan bahwa langkah PLN melalui GIGA ONE menunjukkan keberanian institusi dalam melakukan lompatan kebijakan yang tidak biasa.
Baca Juga:
Grid Extension Banyuasin Perkuat Listrik Daerah, ALPERKLINAS: Fondasi Penting Dorong Investasi
“Ini bukan langkah incremental, tetapi sebuah loncatan strategis yang memperlihatkan bahwa PLN siap menjadi lokomotif transisi energi nasional,” ujarnya.
Ia melihat target commercial operation date (COD) pada 2029 sebagai indikator keseriusan perencanaan yang matang.
“Timeline yang jelas seperti ini penting untuk menjaga kepercayaan investor dan memastikan bahwa proyek tidak berhenti di tahap wacana,” kata dia.