Konsumenlistrik.com | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang andal guna memenuhi kebutuhan dunia usaha, industri, dan penelitian.
Penyiapan ini sekaligus sebagai bentuk kesiapan Indonesia dalam menghadapi tantangan transisi energi di masa mendatang.
Baca Juga:
Momentum Hari Bumi, RI dan Uni Eropa Percepat Transisi Energi Lewat Inovasi Hijau
Kepala Badan Pengembangan SDM (BPSDM) ESDM Prahoro Yulijanto Nurtjahyo mengutarakan pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) menjadi perbicangan global saat ini dan menjadi isu jangka panjang.
"Jadi kalau kita tidak bisa mengikuti perkembangannya, nanti takutnya kita akan ketinggalan kereta," kata Prahoro dalam diskusi bertajuk Transisi Energi Dunia: Peluang SDM Indonesia Untuk Bersaing Secara Global di Jakarta, Rabu (23/2/2022) lalu.
Selain potensi dan teknologi, sambung Prahoro, kondisi geografis Indonesia dan keekonomian menjadi tantangan tersendiri dalam memahami EBT.
Baca Juga:
PLN Genjot 21 Proyek PLTS 513 MWp, ALPERKLINAS: Langkah Strategis Kurangi BBM
"Kelayakan (ekonomi) ini pada pengembangan EBT harus bertempur pada energi fosil. Kondisi inilah harus menjadi perhatian semuanya," jelasnya.
Menurut Prahoro, transisi energi yang fokus pada pengembangan EBT harus mulai menyertakan pembaruan teknologi kesiapan SDM yang ada. Hal ini butuh koordinasi dengan badan yang bergerak di bidang pendidikan.
"Kurikulum di kampus harus berubah. Option untuk mata kuliah pilihan (EBT) harus lebih banyak dan beragam. Karena dari sinilah kita bisa menangkap semuang perubahan - perubahan yang ada, khususnya EBT yang tingkatnya saangat pesat sekali," ungkapnya.