Hal ini sejalan dengan target dekarbonisasi nasional serta komitmen Indonesia dalam pengendalian perubahan iklim.
Ia menilai PLN melalui anak usahanya, PLN Energi Manajemen Indonesia, telah menghadirkan instrumen pasar yang kredibel dan kompetitif untuk mendorong penggunaan energi hijau.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Keputusan Negara Serahkan PLTA Batang Toru ke PLN
“PLN tidak hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai motor transformasi energi nasional. Skema REC memperlihatkan bahwa BUMN mampu menyediakan solusi global dengan standar internasional,” tegasnya.
ALPERKLINAS berpandangan bahwa semakin banyak korporasi membeli REC, semakin kuat pula posisi Indonesia dalam peta ekonomi hijau dunia.
Tohom menyebutkan pentingnya kolaborasi antara penyedia listrik, pelaku usaha, dan masyarakat untuk membangun ekosistem energi bersih yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca Juga:
REC PLN Tumbuh 19,65%, ALPERKLINAS Dorong Konsistensi Akses Listrik Hijau
“Ke depan, kami mendorong agar program REC terus diperluas, baik dari sisi kapasitas pembangkit EBT maupun literasi kepada konsumen. Transisi energi bukan hanya soal teknologi, tetapi juga perubahan perilaku dan komitmen kolektif,” pungkasnya.
Sebelumnya, Direktur PLN Energi Manajemen Indonesia Henri Firdaus menyerahkan sertifikat REC kepada Vice President Sustainability KG Media Wisnu Nugroho di Jakarta.
Melalui pembelian tersebut, KG Media memastikan sebagian listrik operasionalnya berasal dari sumber energi terbarukan serta melanjutkan program keberlanjutan yang telah dijalankan sejak 2023, termasuk penghitungan emisi gas rumah kaca, efisiensi energi, dan edukasi publik terkait isu lingkungan.