KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO - Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) mengapresiasi langkah KG Media yang membeli Renewable Energy Certificate (REC) dari PT PLN (Persero) sebagai bentuk komitmen terhadap penggunaan energi baru dan terbarukan.
Organisasi ini menilai pemanfaatan REC menunjukkan semakin tingginya kesadaran konsumen listrik korporasi dalam mendukung transisi energi nasional yang digerakkan PLN.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Keputusan Negara Serahkan PLTA Batang Toru ke PLN
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, menyatakan pembelian REC oleh perusahaan media menjadi sinyal positif bagi ekosistem ketenagalistrikan nasional.
“Ini bukti bahwa skema Renewable Energy Certificate yang disediakan PLN semakin dipercaya. Konsumen tidak hanya menuntut listrik andal, tetapi juga listrik yang bersih dan berkelanjutan,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).
Menurut Tohom, keterlibatan sektor media memiliki nilai strategis karena berperan membentuk opini dan kesadaran publik.
Baca Juga:
REC PLN Tumbuh 19,65%, ALPERKLINAS Dorong Konsistensi Akses Listrik Hijau
Ia menilai keputusan KG Media membeli 1.711 unit REC untuk berbagai unit bisnisnya menunjukkan bahwa transisi energi tidak lagi sebatas wacana, melainkan telah masuk ke tahap implementasi nyata di sektor swasta.
“Langkah ini harus menjadi inspirasi bagi korporasi lain. Dengan membeli REC, perusahaan berkontribusi langsung pada pengembangan pembangkit energi terbarukan seperti panas bumi dan tenaga air yang terverifikasi dalam sistem internasional. Artinya, ada transparansi dan akuntabilitas dalam setiap unit listrik hijau yang diklaim,” jelasnya.
Tohom menambahkan, dari perspektif perlindungan konsumen listrik, REC juga memberikan pilihan bagi pelanggan korporasi untuk berpartisipasi aktif dalam penurunan emisi tidak langsung atau Scope 2 emissions.
Hal ini sejalan dengan target dekarbonisasi nasional serta komitmen Indonesia dalam pengendalian perubahan iklim.
Ia menilai PLN melalui anak usahanya, PLN Energi Manajemen Indonesia, telah menghadirkan instrumen pasar yang kredibel dan kompetitif untuk mendorong penggunaan energi hijau.
“PLN tidak hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai motor transformasi energi nasional. Skema REC memperlihatkan bahwa BUMN mampu menyediakan solusi global dengan standar internasional,” tegasnya.
ALPERKLINAS berpandangan bahwa semakin banyak korporasi membeli REC, semakin kuat pula posisi Indonesia dalam peta ekonomi hijau dunia.
Tohom menyebutkan pentingnya kolaborasi antara penyedia listrik, pelaku usaha, dan masyarakat untuk membangun ekosistem energi bersih yang inklusif dan berkelanjutan.
“Ke depan, kami mendorong agar program REC terus diperluas, baik dari sisi kapasitas pembangkit EBT maupun literasi kepada konsumen. Transisi energi bukan hanya soal teknologi, tetapi juga perubahan perilaku dan komitmen kolektif,” pungkasnya.
Sebelumnya, Direktur PLN Energi Manajemen Indonesia Henri Firdaus menyerahkan sertifikat REC kepada Vice President Sustainability KG Media Wisnu Nugroho di Jakarta.
Melalui pembelian tersebut, KG Media memastikan sebagian listrik operasionalnya berasal dari sumber energi terbarukan serta melanjutkan program keberlanjutan yang telah dijalankan sejak 2023, termasuk penghitungan emisi gas rumah kaca, efisiensi energi, dan edukasi publik terkait isu lingkungan.
[Redaktur: Mega Pupita]