Ia menilai capaian ini mencerminkan konsistensi PLN dalam membangun infrastruktur yang sebanding dengan pertumbuhan pengguna EV.
Kolaborasi dengan PT Mega Energi Biru Indonesia dan Huawei Digital Power Indonesia juga dinilai memperkuat transfer teknologi dan percepatan inovasi nasional.
Baca Juga:
Transaksi SPKLU Meningkat 46 Persen, PLN Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik di Cianjur
Dari perspektif perlindungan konsumen listrik, lanjutnya, integrasi layanan digital melalui fitur EV Digital Services di aplikasi PLN Mobile seperti Trip Planner dan AntreEV merupakan terobosan penting.
“Digitalisasi membuat layanan lebih transparan, tertib, dan akuntabel. Konsumen bisa merencanakan perjalanan tanpa khawatir kehabisan daya atau antre panjang,” katanya.
Ia juga menyoroti dampak strategis SPKLU ultra fast charging dalam mendukung dekarbonisasi sektor transportasi dan pengurangan ketergantungan impor BBM.
Baca Juga:
PLN Cianjur Perkuat Infrastruktur SPKLU, Transaksi Kendaraan Listrik Naik 46 Persen
“Transisi menuju mobilitas hijau bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. PLN berada di garis depan memastikan listrik yang digunakan semakin bersih dan infrastrukturnya semakin andal,” tegas Tohom.
ALPERKLINAS berpandangan bahwa kehadiran SPKLU berkonsep destination charging & lifestyle hub akan mengubah pola interaksi masyarakat dengan energi listrik.
Pengisian daya tidak lagi aktivitas teknis semata, melainkan bagian dari gaya hidup modern yang ramah lingkungan.