KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO - Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) mengapresiasi langkah PT PLN (Persero) yang meresmikan ZORA SPKLU Signature berdaya 480 kW di Scientia, Summarecon Gading Serpong, Tangerang Selatan.
Kehadiran infrastruktur Ultra Fast Charging pertama di Indonesia ini dinilai sebagai bentuk nyata komitmen PLN dalam meningkatkan kualitas layanan kepada konsumen sekaligus mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik nasional.
Baca Juga:
Transaksi SPKLU Meningkat 46 Persen, PLN Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik di Cianjur
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, menegaskan bahwa inovasi tersebut mencerminkan transformasi besar sektor kelistrikan di Tanah Air.
“Kami melihat PLN tidak hanya berperan sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai enabler transisi energi. SPKLU ultra fast charging 480 kW ini menjadi bukti bahwa pelayanan kepada konsumen semakin modern, cepat, dan berbasis teknologi mutakhir,” ujarnya, Senin (23/2/2026).
Menurut Tohom, teknologi Split Charging dan Liquid Cooling System yang disematkan pada fasilitas ini menunjukkan keseriusan PLN dalam menghadirkan pengisian daya yang efisien dan aman.
Baca Juga:
PLN Cianjur Perkuat Infrastruktur SPKLU, Transaksi Kendaraan Listrik Naik 46 Persen
Ia menilai kemampuan pengisian dari 10% ke 80% dalam waktu 20 menit pada kategori ultra fast charging akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik.
“Kecepatan pengisian adalah faktor kunci dalam adopsi EV. Ketika waktu tunggu semakin singkat dan sistemnya cerdas berbasis AI, konsumen merasa lebih nyaman dan terlindungi. Ini akan mempercepat migrasi dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik,” jelasnya.
Tohom menambahkan, hingga Desember 2025 tercatat 4.655 unit SPKLU telah beroperasi di seluruh Indonesia bersama mitra.
Ia menilai capaian ini mencerminkan konsistensi PLN dalam membangun infrastruktur yang sebanding dengan pertumbuhan pengguna EV.
Kolaborasi dengan PT Mega Energi Biru Indonesia dan Huawei Digital Power Indonesia juga dinilai memperkuat transfer teknologi dan percepatan inovasi nasional.
Dari perspektif perlindungan konsumen listrik, lanjutnya, integrasi layanan digital melalui fitur EV Digital Services di aplikasi PLN Mobile seperti Trip Planner dan AntreEV merupakan terobosan penting.
“Digitalisasi membuat layanan lebih transparan, tertib, dan akuntabel. Konsumen bisa merencanakan perjalanan tanpa khawatir kehabisan daya atau antre panjang,” katanya.
Ia juga menyoroti dampak strategis SPKLU ultra fast charging dalam mendukung dekarbonisasi sektor transportasi dan pengurangan ketergantungan impor BBM.
“Transisi menuju mobilitas hijau bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. PLN berada di garis depan memastikan listrik yang digunakan semakin bersih dan infrastrukturnya semakin andal,” tegas Tohom.
ALPERKLINAS berpandangan bahwa kehadiran SPKLU berkonsep destination charging & lifestyle hub akan mengubah pola interaksi masyarakat dengan energi listrik.
Pengisian daya tidak lagi aktivitas teknis semata, melainkan bagian dari gaya hidup modern yang ramah lingkungan.
Sebelumnya, Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN Edwin Nugraha Putra menyatakan kolaborasi ini menjadi bukti bahwa transformasi kendaraan listrik dalam mendukung dekarbonisasi sektor transportasi dapat diwujudkan melalui sinergi berbagai pihak.
Presiden Komisaris MEBI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menegaskan komitmen mempercepat pembangunan infrastruktur pengisian EV, sementara CEO Huawei Digital Power Indonesia Jin Song mengapresiasi kecepatan realisasi proyek yang dinilainya sebagai pencapaian impresif dalam menghadirkan sistem pengisian daya berbasis AI di Indonesia.
[Redaktur: Mega Puspita]