KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) menyambut positif inisiatif pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) tanpa modal awal yang ditawarkan SUN Energy kepada sektor industri.
Skema ini dinilai sebagai terobosan strategis untuk melindungi konsumen listrik industri dari tekanan biaya energi yang terus meningkat, sekaligus mendorong efisiensi dan ketahanan pasokan listrik nasional.
Baca Juga:
ALPERKLINAS: Langkah PLN Indonesia Power ke Bangladesh Perkuat Peran Indonesia di Sektor Energi Terbarukan
ALPERKLINAS memandang model pembiayaan tanpa belanja modal (zero investment) sebagai solusi konkret atas tantangan klasik adopsi energi terbarukan di sektor industri, yakni kebutuhan investasi awal yang besar.
Dengan mekanisme sewa atau Build-Own-Transfer (BOT), pelaku industri tetap dapat menikmati penghematan energi hingga 30–40 persen per tahun tanpa mengorbankan arus kas perusahaan.
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, menilai langkah SUN Energy sejalan dengan kepentingan konsumen listrik jangka panjang.
Baca Juga:
Semprot Sistem Ekonomi, Prabowo Turunkan Bunga Kredit Ultra Mikro Jadi 8 Persen
Menurutnya, efisiensi energi tidak lagi sekadar isu lingkungan, tetapi telah menjadi instrumen perlindungan ekonomi bagi pelaku industri.
“Skema PLTS tanpa modal awal ini memindahkan beban investasi dari konsumen ke penyedia solusi. Bagi industri, ini sangat rasional karena mereka langsung menikmati listrik yang lebih murah tanpa risiko finansial di depan,” ujar Tohom, Sabtu (13/12/2025).
Tohom menegaskan, selama ini tarif listrik industri yang berada di kisaran Rp996–Rp1.114 per kWh membuat biaya energi menjadi salah satu komponen terbesar dalam struktur biaya produksi.