Sistem yang berbasis kepercayaan dengan pengawasan ketat dinilai mampu menciptakan efisiensi sekaligus memastikan standar keselamatan yang tinggi.
“Model pengelolaan yang mengedepankan kepercayaan namun tetap disertai pengawasan ketat merupakan pendekatan yang menarik. Dengan sistem yang efisien dan transparan, pembangunan infrastruktur energi dapat berjalan lebih cepat tanpa mengurangi aspek keselamatan dan akuntabilitas,” ujar Tohom.
Baca Juga:
Aceh Selatan Bebas 'Lampu Kedip' dengan SUTT PLN!
Ia juga menilai bahwa penguatan sistem kabel bawah laut akan menjadi bagian penting dalam strategi ketahanan energi nasional di masa depan.
Infrastruktur tersebut dapat memperkuat distribusi listrik dari pusat pembangkitan menuju wilayah yang membutuhkan energi secara lebih stabil dan efisien.
“Ke depan, pembangunan sistem kabel listrik bawah laut akan menjadi tulang punggung integrasi jaringan listrik nasional. Ini sangat penting bagi negara kepulauan seperti Indonesia untuk memastikan pemerataan akses energi serta meningkatkan daya saing ekonomi nasional,” jelasnya.
Baca Juga:
Dukung Timnas Indonesia di AFC Futsal Asian Cup 2026, PLN Siagakan Sistem Kelistrikan Berlapis di Indonesia Arena GBK
Selain itu, Tohom menekankan bahwa pengembangan teknologi kelistrikan harus selalu diiringi dengan peningkatan standar keselamatan dan perlindungan konsumen.
Menurutnya, setiap pembangunan jaringan listrik baru harus mengedepankan keamanan sistem serta keberlanjutan lingkungan laut.
“Kami berharap pengembangan sistem kabel bawah laut di Indonesia tidak hanya fokus pada aspek teknologi, tetapi juga memperhatikan keselamatan, keberlanjutan lingkungan, dan perlindungan konsumen listrik. Dengan pendekatan tersebut, sistem kelistrikan nasional akan semakin kuat dan berdaya saing,” tutup Tohom.