KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) menyambut positif langkah pemerintah yang mempelajari sistem kabel bawah tanah dan tata kelola industri kelistrikan Jepang sebagai referensi dalam pengembangan infrastruktur energi nasional.
Organisasi perlindungan konsumen listrik tersebut menilai langkah tersebut dapat memperkuat keandalan jaringan listrik nasional sekaligus mendukung upaya modernisasi sistem kelistrikan yang dikelola oleh PLN.
Baca Juga:
Aceh Selatan Bebas 'Lampu Kedip' dengan SUTT PLN!
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, menilai pembelajaran dari sistem kelistrikan Jepang merupakan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola infrastruktur energi di Indonesia.
“Studi terhadap sistem kabel bawah laut dan tata kelola industri listrik Jepang merupakan langkah visioner. Negara seperti Jepang telah membangun sistem kelistrikan yang sangat andal, efisien, dan berbasis teknologi tinggi, sehingga banyak hal yang bisa menjadi referensi bagi penguatan sistem kelistrikan nasional,” ujar Tohom, belum lama ini.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki tantangan besar dalam pembangunan jaringan energi, khususnya yang berkaitan dengan distribusi listrik antarpulau.
Baca Juga:
Dukung Timnas Indonesia di AFC Futsal Asian Cup 2026, PLN Siagakan Sistem Kelistrikan Berlapis di Indonesia Arena GBK
Oleh karena itu, pengembangan kabel listrik bawah laut yang terintegrasi dengan tata ruang laut menjadi salah satu solusi strategis untuk memperkuat konektivitas energi nasional.
“Pembangunan sistem kabel bawah laut yang terencana dengan baik akan memperkuat integrasi jaringan listrik nasional. Hal ini juga akan mendukung upaya PLN dalam menjaga keandalan pasokan listrik di wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi tantangan geografis yang cukup kompleks,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan Jepang dalam mengelola infrastruktur kabel bawah laut menunjukkan pentingnya sinergi antara sektor industri, regulator, dan pengelola jaringan listrik.
Sistem yang berbasis kepercayaan dengan pengawasan ketat dinilai mampu menciptakan efisiensi sekaligus memastikan standar keselamatan yang tinggi.
“Model pengelolaan yang mengedepankan kepercayaan namun tetap disertai pengawasan ketat merupakan pendekatan yang menarik. Dengan sistem yang efisien dan transparan, pembangunan infrastruktur energi dapat berjalan lebih cepat tanpa mengurangi aspek keselamatan dan akuntabilitas,” ujar Tohom.
Ia juga menilai bahwa penguatan sistem kabel bawah laut akan menjadi bagian penting dalam strategi ketahanan energi nasional di masa depan.
Infrastruktur tersebut dapat memperkuat distribusi listrik dari pusat pembangkitan menuju wilayah yang membutuhkan energi secara lebih stabil dan efisien.
“Ke depan, pembangunan sistem kabel listrik bawah laut akan menjadi tulang punggung integrasi jaringan listrik nasional. Ini sangat penting bagi negara kepulauan seperti Indonesia untuk memastikan pemerataan akses energi serta meningkatkan daya saing ekonomi nasional,” jelasnya.
Selain itu, Tohom menekankan bahwa pengembangan teknologi kelistrikan harus selalu diiringi dengan peningkatan standar keselamatan dan perlindungan konsumen.
Menurutnya, setiap pembangunan jaringan listrik baru harus mengedepankan keamanan sistem serta keberlanjutan lingkungan laut.
“Kami berharap pengembangan sistem kabel bawah laut di Indonesia tidak hanya fokus pada aspek teknologi, tetapi juga memperhatikan keselamatan, keberlanjutan lingkungan, dan perlindungan konsumen listrik. Dengan pendekatan tersebut, sistem kelistrikan nasional akan semakin kuat dan berdaya saing,” tutup Tohom.
Sebelumnya, Asisten Deputi Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, Muh. Rasman Manafi, menyatakan bahwa Indonesia tengah mempelajari secara serius sistem kabel bawah tanah serta tata kelola industri kelistrikan Jepang sebagai referensi dalam penataan infrastruktur laut nasional.
Sistem tersebut dinilai sebagai salah satu contoh terbaik yang dapat diadaptasi untuk memperkuat integrasi pengelolaan ruang laut, khususnya dalam pengaturan jaringan pipa dan kabel bawah laut yang semakin kompleks.
[Redaktur: Mega Puspita]