Konsumenlistrik.com | Pasokan batu bara untuk pembangkit listrik PLN dalam status aman.
Hal itu disampaikan Darmawan dalam konferensi pers di kantor PLN, Minggu (1/5/2022).
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Komitmen Pemerintah Dukung Energi Terbarukan dengan Beri Waktu 30 Tahun Perjanjian Jual Beli Listrik EBT ke PLN
Menurut dia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan PLN sudah memiliki sistem jika terjadi masalah maupun pelanggaran apabila loading batu bara tidak berjalan baik. Untuk itu, ada review yang dilakukan jika ada kegagalan loading di mana sistem digital ESDM dan PLN akan tersambung langsung dan akan ada langkah-langkah koreksi.
"Dengan adanya hal ini sampai saat ini berjalan secara ajeg dan reliable. Semua di atas 15 hari," ujar Darmawan.
Direktur Energi Primer PLN Hartanto Wibowo juga menegaskan kalau pasokan rata-rata batu bara di seluruh pembangkit di semua regional rata-rata HOP (hari operasi) di atas 15. Dia memastikan PLN akan menjaga keamanan pasokan komoditas tersebut.
Baca Juga:
Tarif Listrik April 2025 Tidak Naik, Ini Alasannya!
"Kami sudah membangun aplikasi terintegrasi dengan Dirjen Minerba, salah satu tools yang powerful untuk menjaga keamanan baru bara," kata Hartanto.
Saat ini, pembangkit listrik PLN menghasilkan total 64,3 GigaWatt (GW), sementara beban puncak yang dideteksi oleh PLN semasa Lebaran nanti berada pada kisaran 30 GW hingga 31 GW.
"Jadi dari sudut pandang kami Idulfitri akan aman, apalagi misalnya di Jawa-Bali pasokan mencapai 32 GW sementara beban pucak hanya 19,5 GW. Jadi masih cukup," kata Darmawan. [tum]