KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) menyambut positif langkah pemerintah mempercepat konversi 120 juta unit motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi motor listrik sebagai bagian dari percepatan transisi energi bersih.
Organisasi ini menilai kebijakan tersebut tidak hanya berdampak pada pengurangan emisi dan perlindungan lingkungan, tetapi juga berpotensi besar meningkatkan nilai ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem kelistrikan nasional yang selama ini didukung oleh PLN.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Dukung PLN Perpanjang RUPTL hingga 20240, PLTN Jadi Pilar Ketahanan Energi Nasional
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, mengatakan program konversi kendaraan bermotor dari BBM ke listrik merupakan langkah strategis yang mampu menciptakan efek berantai terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Program konversi 120 juta motor bensin menjadi motor listrik bukan sekadar agenda lingkungan, tetapi juga agenda ekonomi rakyat. Ketika biaya energi menjadi lebih murah dan efisien, maka daya beli masyarakat meningkat dan produktivitas juga ikut naik,” ujar Tohom, Selasa (10/3/2026).
Ia menjelaskan, motor listrik memiliki biaya operasional yang jauh lebih rendah dibandingkan motor berbahan bakar bensin.
Baca Juga:
Milad UMSU ke-69: PLN Hadir dengan Program Transisi Energi!
Dengan demikian, masyarakat yang menggunakan kendaraan untuk aktivitas ekonomi seperti ojek, kurir, maupun usaha kecil dapat menghemat pengeluaran harian secara signifikan.
“Jika satu pengendara bisa menghemat biaya energi puluhan ribu rupiah per hari, maka dalam satu bulan penghematannya bisa ratusan ribu rupiah. Bayangkan jika dikalikan jutaan pengguna motor listrik, maka ada perputaran ekonomi baru yang tercipta di masyarakat,” katanya.
Tohom juga menilai percepatan konversi kendaraan listrik akan memperkuat peran PLN sebagai tulang punggung penyedia energi nasional.