Tohom yang juga Pengamat Kebijakan Publik ini mengingatkan bahwa pemerintah perlu memperkuat pengawasan terhadap distribusi produk kelistrikan non-standar yang beredar di pasaran.
Ia menilai, edukasi kepada konsumen juga krusial agar masyarakat memahami pentingnya membeli produk bersertifikasi SNI dan ber-TKDN tinggi.
Baca Juga:
Kebutuhan Listrik Meningkat, PLN Hadirkan Layanan Tambah Daya Lewat PLN Mobile
“Jika pemerintah, pelaku industri, dan konsumen berjalan seirama, maka kita tidak hanya berbicara soal efisiensi, tetapi juga kemandirian nasional di sektor energi. Indonesia memiliki kemampuan untuk menjadi produsen utama produk kelistrikan yang berdaya saing tinggi,” tutur Tohom.
Sebelumnya, Technical Sales Manager Multi Kabel, Sartono, mengungkapkan bahwa pihaknya terus berinovasi menghadirkan produk kabel seperti building wire, fire resistant cable, flame retardant cable, dan PV solar cable untuk mendukung program energi bersih pemerintah.
Menurut Sartono, komitmen perusahaan terhadap penggunaan bahan ramah lingkungan dan pencapaian TKDN hingga 97% menjadi bagian dari strategi memperkuat industri nasional di era transisi energi.
Baca Juga:
Antisipasi Terputusnya Transmisi Arus Listrik, ALPERKLINAS Apresiasi Program Baru PLN 'Doomsday Scenario'
[Redaktur: Mega Puspita]