KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) merespons positif program promo diskon 50 persen tambah daya listrik PT PLN (Persero) bertajuk “Tahun Baru Energi Baru”.
Program ini dinilai bukan sekadar insentif jangka pendek, melainkan langkah strategis untuk mempercepat elektrifikasi rumah tangga nasional sekaligus mempersiapkan masyarakat menghadapi lonjakan kebutuhan listrik, termasuk untuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
Baca Juga:
Berskala Pelanggan Utilitas Global, ALPERKLINAS Desak PLN Tuntaskan Elektrifikasi 100% pada 2026
ALPERKLINAS memandang kebijakan tersebut sebagai sinyal kuat bahwa PLN mulai menempatkan konsumen sebagai aktor utama dalam transformasi energi.
"Diskon tambah daya dianggap mampu mengurangi hambatan struktural yang selama ini dirasakan pelanggan, khususnya kelas rumah tangga menengah, dalam meningkatkan kapasitas listrik demi menunjang peralatan rumah tangga modern, digitalisasi, hingga adopsi EV di tingkat rumah," kata Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, Jumat (9/1/2026).
Ia menilai program ini mencerminkan pergeseran paradigma pengelolaan ketenagalistrikan nasional.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Dorong Pemerintah Beri Insentif Baru untuk Bantu Konsumen Mobil Listrik
Menurutnya, listrik tidak lagi diposisikan sebatas utilitas dasar, tetapi sebagai enabler utama produktivitas, mobilitas, dan daya saing ekonomi masyarakat.
“Diskon tambah daya ini merupakan kebijakan transisional menuju masyarakat yang semakin elektris. Ketika rumah tangga mampu meningkatkan daya dengan biaya terjangkau, maka adopsi peralatan listrik berdaya besar termasuk pengisian kendaraan listrik di rumah, akan tumbuh secara alami,” ujar Tohom.
Ia menegaskan, kesiapan daya di level rumah tangga merupakan prasyarat penting bagi ekosistem kendaraan listrik.
Tanpa peningkatan kapasitas listrik di sisi konsumen, transisi ke mobilitas listrik berpotensi timpang dan hanya dinikmati kelompok tertentu.
“Kita tidak bisa bicara EV secara masif jika rumah tangga masih terkungkung daya rendah. Program PLN ini memperkecil jurang itu dan sekaligus melindungi konsumen dari risiko listrik tidak andal akibat beban berlebih,” jelasnya.
Lebih jauh, Tohom juga menilai pemanfaatan aplikasi PLN Mobile sebagai kanal utama program mencerminkan kemajuan tata kelola layanan publik berbasis digital.
Namun, ia mengingatkan pentingnya edukasi berkelanjutan agar konsumen memahami konsekuensi teknis dan manfaat jangka panjang dari tambah daya.
“Diskon ini idealnya dibarengi literasi energi. Konsumen perlu paham bahwa tambah daya bukan sekadar menaikkan angka VA, tetapi bagian dari perencanaan energi rumah tangga yang efisien, aman, dan berkelanjutan,” katanya.
ALPERKLINAS mendorong agar kebijakan serupa dapat diintegrasikan dengan program nasional transisi energi, termasuk insentif perangkat hemat energi dan skema khusus bagi rumah tangga pengguna kendaraan listrik.
Dengan demikian, promo tambah daya tidak berhenti sebagai stimulus sesaat, tetapi menjadi fondasi transformasi konsumsi energi nasional.
Sebelumnya, PT PLN (Persero) meluncurkan program “Tahun Baru Energi Baru” berupa diskon 50 persen biaya tambah daya listrik bagi pelanggan tegangan rendah satu fasa yang bertransaksi melalui aplikasi PLN Mobile pada periode 7–20 Januari 2026.
Program ini ditujukan bagi pelanggan dengan daya awal 450 VA hingga 5.500 VA yang ingin menambah daya sampai 7.700 VA, sebagai bentuk apresiasi sekaligus dukungan terhadap kebutuhan listrik masyarakat yang terus meningkat.
[Redaktur: Mega Puspita]