“Konsumen kendaraan listrik membutuhkan kepastian bahwa mereka tidak akan ‘tertinggal di jalan’. Di sinilah fungsi perlindungan konsumen bekerja secara nyata,” katanya.
Tohom juga memberikan catatan visioner terkait layanan hotline SPKLU mobile yang disiapkan PLN.
Baca Juga:
Konsumsi Listrik Tumbuh 3,75 Persen, ALPERKLINAS: Sinyal Positif bagi Pertumbuhan Ekonomi
Menurutnya, layanan darurat tersebut merupakan inovasi penting yang menunjukkan bahwa transformasi digital di sektor ketenagalistrikan mulai menyentuh aspek keselamatan dan kenyamanan konsumen.
“Hotline mobile adalah simbol perubahan cara melayani warga dengan lebih cepat, adaptif, dan berbasis kebutuhan riil di lapangan,” tegasnya, Kamis (18/12/2025).
Lebih lanjut, ia menilai kesiapan layanan 24 jam dengan sistem petugas bergilir sebagai standar baru pelayanan publik di sektor energi.
Baca Juga:
Percepat Layanan Kelistrikan, PLN UID Jakarta Raya Nyalakan Listrik 1.500 Pelanggan Secara Serentak
Tohom berharap model ini dapat diperluas, tidak hanya saat Nataru, tetapi juga pada momentum mudik lainnya dan dalam pelayanan sehari-hari.
“Ke depan, konsumen listrik akan semakin kritis. PLN yang siap adalah PLN yang menempatkan konsumen sebagai pusat kebijakan, bukan sekadar pengguna akhir,” tambahnya.
ALPERKLINAS mendorong agar peningkatan infrastruktur SPKLU ini diiringi dengan pengawasan mutu layanan, transparansi informasi, serta edukasi publik yang berkelanjutan.