Bagi ALPERKLINAS, target tersebut harus dikawal bersama agar pemerataan energi benar-benar tercapai.
“Kami mendorong agar sinergi antara PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat terus diperkuat. Transparansi layanan, kualitas jaringan, serta edukasi penggunaan listrik yang aman harus menjadi prioritas agar konsumen terlindungi secara menyeluruh,” tambah Tohom.
Baca Juga:
PLN Jamin Keandalan Listrik Sekolah Unggul Garuda, ALPERKLINAS: Model Kolaborasi Visioner Daerah
Lebih jauh, Tohom menekankan bahwa masih adanya 14 desa di Kabupaten Barito Selatan yang belum teraliri listrik menjadi tantangan bersama.
Ia optimis dengan pola kolaborasi yang sudah terbangun, seluruh desa dapat menikmati energi secara berkelanjutan.
“PLN sudah menunjukkan progres nyata. Ke depan, yang dibutuhkan adalah konsistensi, percepatan investasi jaringan, serta dukungan regulasi dan anggaran agar tidak ada lagi ketimpangan akses listrik di daerah,” katanya.
Baca Juga:
Jaga Listrik Tetap Aman di Bulan Ramadan, PLN PERDAGANGAN Siaga Penuh 24 Jam dan Pembersihan Dahan Pohon
ALPERKLINAS juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan listrik secara bijak. Menurut Tohom, literasi konsumen menjadi bagian penting dari keberlanjutan layanan.
“Energi harus menjadi pemicu kreativitas dan produktivitas, bukan sekadar konsumsi. Kami siap mendukung edukasi konsumen agar penggunaan listrik efisien, aman, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Bupati Barito Selatan Khristianto Yudha resmi melakukan penyalaan sambungan listrik PLN untuk 12 desa di Kecamatan Dusun Utara, Dusun Selatan, dan Karau Kuala, bertempat di Desa Danau Bambure.