KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) menyampaikan apresiasi atas langkah PT PLN (Persero) yang kembali menyalakan sambungan listrik untuk 12 desa di Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah.
Organisasi ini menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti komitmen PLN dalam memperluas akses energi hingga ke wilayah terpencil sekaligus memperkuat perlindungan hak konsumen atas layanan listrik yang andal dan merata.
Baca Juga:
PLN Jamin Keandalan Listrik Sekolah Unggul Garuda, ALPERKLINAS: Model Kolaborasi Visioner Daerah
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, menegaskan bahwa penyalaan listrik di 12 desa tersebut bukan sekadar program infrastruktur, melainkan wujud nyata kehadiran negara melalui BUMN strategis.
“Kami melihat langkah PLN ini sebagai bentuk perlindungan konsumen yang paling mendasar. Hak atas listrik adalah hak atas kualitas hidup. Ketika desa-desa yang sebelumnya gelap kini terang, maka di situlah pembangunan ekonomi dan sosial mulai bergerak,” ujarnya, belum lama ini.
Tohom menilai program listrik desa yang dijalankan PLN telah membawa dampak multiplikatif.
Baca Juga:
Jaga Listrik Tetap Aman di Bulan Ramadan, PLN PERDAGANGAN Siaga Penuh 24 Jam dan Pembersihan Dahan Pohon
Menurutnya, listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi juga tentang akses pendidikan, kesehatan, dan penguatan UMKM desa.
“Dengan listrik yang stabil, anak-anak bisa belajar pada malam hari, layanan puskesmas dapat beroperasi lebih optimal, dan pelaku usaha kecil dapat meningkatkan produktivitasnya. Ini adalah fondasi menuju kemandirian desa,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi komitmen manajemen PLN yang menargetkan penuntasan desa belum berlistrik secara bertahap hingga 2027.
Bagi ALPERKLINAS, target tersebut harus dikawal bersama agar pemerataan energi benar-benar tercapai.
“Kami mendorong agar sinergi antara PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat terus diperkuat. Transparansi layanan, kualitas jaringan, serta edukasi penggunaan listrik yang aman harus menjadi prioritas agar konsumen terlindungi secara menyeluruh,” tambah Tohom.
Lebih jauh, Tohom menekankan bahwa masih adanya 14 desa di Kabupaten Barito Selatan yang belum teraliri listrik menjadi tantangan bersama.
Ia optimis dengan pola kolaborasi yang sudah terbangun, seluruh desa dapat menikmati energi secara berkelanjutan.
“PLN sudah menunjukkan progres nyata. Ke depan, yang dibutuhkan adalah konsistensi, percepatan investasi jaringan, serta dukungan regulasi dan anggaran agar tidak ada lagi ketimpangan akses listrik di daerah,” katanya.
ALPERKLINAS juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan listrik secara bijak. Menurut Tohom, literasi konsumen menjadi bagian penting dari keberlanjutan layanan.
“Energi harus menjadi pemicu kreativitas dan produktivitas, bukan sekadar konsumsi. Kami siap mendukung edukasi konsumen agar penggunaan listrik efisien, aman, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Bupati Barito Selatan Khristianto Yudha resmi melakukan penyalaan sambungan listrik PLN untuk 12 desa di Kecamatan Dusun Utara, Dusun Selatan, dan Karau Kuala, bertempat di Desa Danau Bambure.
General Manager PLN UID Kalselteng Ahmad Syauki menegaskan bahwa keberhasilan program listrik desa merupakan hasil kerja bersama dan PLN berkomitmen menuntaskan sisa desa yang belum berlistrik maksimal pada 2027.
[Redaktur: Mega Puspita]