Dengan daya 1.100 watt dan debit air mencapai 20 kubik per jam, teknologi ini menjadi solusi bagi sawah yang sulit terjangkau irigasi utama.
Selain itu, skema peminjaman alat dengan sistem infak juga memungkinkan akses yang lebih luas bagi para petani.
Baca Juga:
PLTA Batoq Kelo Jadi Penggerak Energi Bersih Kaltim, ALPERKLINAS: Investasi Jangka Panjang untuk Warga
Tohom yang juga Anggota Aliansi Konsumen ASEAN ini menekankan bahwa kesuksesan inovasi energi bersih sangat bergantung pada peran aktif masyarakat dan kebijakan yang berpihak pada pengembangan teknologi hijau.
"Kita perlu memastikan bahwa regulasi dan insentif yang ada benar-benar mendukung pengembangan energi bersih yang berorientasi pada kebutuhan rakyat. Dengan pendekatan yang tepat, inovasi-inovasi lokal bisa menjadi solusi berkelanjutan bagi tantangan energi di Indonesia," jelasnya.
Lebih lanjut, ALPERKLINAS berharap semakin banyak komunitas dan daerah lain yang mengambil langkah serupa dalam pemanfaatan energi bersih.
Baca Juga:
Polda Jambi Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Menuju Indonesia Emas 2045
Dengan semakin luasnya penggunaan teknologi energi terbarukan, diharapkan masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.
[Redaktur: Zahara Tio]