“Kolaborasi ini bukan hanya mempercepat pemulihan, tetapi juga membangun kesadaran bersama bahwa menjaga jaringan listrik adalah tanggung jawab kolektif,” katanya.
Lebih lanjut, ALPERKLINAS mendorong PLN untuk terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait potensi bahaya listrik, khususnya saat kondisi cuaca ekstrem.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Dorong PLN Nusantara Power Construction Ciptakan Lapangan Kerja Profesional dari Warga Lokasi Proyek
Edukasi ini dinilai penting agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mitra aktif dalam menjaga keselamatan dan keandalan jaringan.
Dalam perspektif yang lebih luas, Tohom menyebut keberhasilan pemulihan ini menjadi bagian dari transformasi PLN menuju sistem kelistrikan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
“Keandalan listrik adalah fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi, pariwisata, hingga pelayanan publik. Upaya PLN dalam memperkuat sistem distribusi sejalan dengan kebutuhan masa depan, termasuk mendukung transisi energi yang lebih hijau,” ujarnya.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Dorong Pemerintah dan PLN Gencar Sosialisasikan Bahaya Listrik ke Masyarakat
Ia juga mengingatkan bahwa peningkatan keandalan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan pelanggan.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital seperti aplikasi PLN Mobile perlu terus dioptimalkan untuk mempercepat pelaporan dan penanganan gangguan.
Sebelumnya, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pematangsiantar memastikan kondisi kelistrikan di wilayah kerja ULP Parapat telah pulih 100 persen setelah gangguan yang terjadi pada Kamis (9/4/2026) pukul 15.15 WIB akibat cuaca ekstrem.