KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) mengapresiasi gerak cepat PT PLN (Persero) dalam memulihkan gangguan kelistrikan di wilayah Parapat, Sumatera Utara, belum lama ini.
Respons sigap tersebut dinilai mencerminkan komitmen kuat PLN dalam menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus melindungi hak-hak konsumen di tengah tantangan cuaca ekstrem yang kian tidak menentu.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Dorong PLN Nusantara Power Construction Ciptakan Lapangan Kerja Profesional dari Warga Lokasi Proyek
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, menilai keberhasilan pemulihan listrik dalam waktu relatif singkat merupakan bukti kesiapan sistem dan sumber daya PLN dalam menghadapi gangguan di lapangan.
“Kami melihat PLN telah menunjukkan respons yang cepat, terukur, dan profesional dalam menangani gangguan akibat cuaca ekstrem. Ini penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan konsumen tetap mendapatkan layanan yang andal,” ujar Tohom, Sabtu (11/4/2026).
Menurutnya, tantangan ke depan dalam sektor kelistrikan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kapasitas, tetapi juga ketahanan sistem terhadap perubahan iklim.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Dorong Pemerintah dan PLN Gencar Sosialisasikan Bahaya Listrik ke Masyarakat
“Fenomena cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang hingga merusak jaringan listrik harus diantisipasi dengan pendekatan yang lebih adaptif dan berbasis mitigasi risiko. PLN perlu terus memperkuat infrastruktur dan sistem deteksi dini,” lanjutnya.
Tohom juga menekankan pentingnya kolaborasi antara PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga keandalan jaringan listrik.
Ia menilai keterlibatan masyarakat dalam membantu proses pembersihan material pohon tumbang menjadi contoh nyata sinergi yang harus terus diperkuat.
“Kolaborasi ini bukan hanya mempercepat pemulihan, tetapi juga membangun kesadaran bersama bahwa menjaga jaringan listrik adalah tanggung jawab kolektif,” katanya.
Lebih lanjut, ALPERKLINAS mendorong PLN untuk terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait potensi bahaya listrik, khususnya saat kondisi cuaca ekstrem.
Edukasi ini dinilai penting agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mitra aktif dalam menjaga keselamatan dan keandalan jaringan.
Dalam perspektif yang lebih luas, Tohom menyebut keberhasilan pemulihan ini menjadi bagian dari transformasi PLN menuju sistem kelistrikan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
“Keandalan listrik adalah fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi, pariwisata, hingga pelayanan publik. Upaya PLN dalam memperkuat sistem distribusi sejalan dengan kebutuhan masa depan, termasuk mendukung transisi energi yang lebih hijau,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa peningkatan keandalan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan pelanggan.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital seperti aplikasi PLN Mobile perlu terus dioptimalkan untuk mempercepat pelaporan dan penanganan gangguan.
Sebelumnya, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pematangsiantar memastikan kondisi kelistrikan di wilayah kerja ULP Parapat telah pulih 100 persen setelah gangguan yang terjadi pada Kamis (9/4/2026) pukul 15.15 WIB akibat cuaca ekstrem.
Manager PLN UP3 Pematangsiantar Ramses Manalu menyatakan bahwa pemulihan berhasil dilakukan pada Jumat (10/4/2026) pukul 05.41 WIB berkat kerja keras tim di lapangan.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Utara Mundhakir turut mengapresiasi sinergi seluruh pihak dalam mempercepat pemulihan dan menegaskan pentingnya keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.
[Redaktur: Mega Puspita]