“Karena itu, apabila pelanggan merasa token listrik lebih cepat habis, umumnya hal tersebut berkaitan dengan pola konsumsi listrik, bukan karena sistem prabayar lebih boros,” katanya.
Ia mencontohkan sejumlah perangkat elektronik berdaya besar dapat membuat konsumsi listrik meningkat apabila digunakan dalam waktu lama atau menyala bersamaan.
Baca Juga:
Dukung Pendidikan Digital, PLN Kalselteng Latih 30 Guru Madrasah di HST
Perangkat tersebut antara lain AC, pompa air, rice cooker, dispenser, kulkas, setrika, mesin cuci, hingga peralatan elektronik yang menyala terus-menerus.
Dana menilai listrik prabayar justru dapat membantu pelanggan memantau pemakaian listrik harian karena sisa kWh dapat langsung terlihat pada meter.
Pada listrik pascabayar, jumlah pemakaian biasanya baru diketahui setelah tagihan bulanan diterbitkan.
Baca Juga:
Tingkatkan Kompetensi Guru, PLN Kalselteng Dorong Digitalisasi Madrasah di HST
“Kami mengimbau pelanggan untuk rutin mengecek pemakaian listrik, menggunakan peralatan elektronik secara bijak, dan memastikan instalasi listrik dalam kondisi baik,” ujarnya.
PLN juga membuka kanal pengaduan apabila pelanggan merasa pemakaian listrik di rumah tidak wajar atau berbeda dari pola penggunaan biasanya.
“Apabila pelanggan merasa pemakaian tidak wajar, silakan melapor melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123 agar dapat dilakukan pengecekan lebih lanjut,” tambahnya.