Ia melihat peran PLN menjadi sangat penting dalam memastikan energi yang dihasilkan pembangkit baru dapat tersalurkan secara optimal kepada pelanggan. Karena itu, pembangunan jaringan transmisi dan gardu induk yang dilakukan PLN harus berjalan beriringan dengan pembangunan pembangkit energi terbarukan.
“Pembangkit yang besar harus didukung jaringan yang kuat. Di sinilah visi PLN terlihat, yakni tidak hanya membangun kapasitas pembangkitan, tetapi juga menyiapkan ekosistem kelistrikan yang mampu menjangkau masyarakat dan kawasan industri secara berkelanjutan,” katanya.
Baca Juga:
Energi Baru dari PEP Zona 4, Sumur LBK-030 di Muara Enim Berpotensi Produksi 3.073 BOPD
Tohom menambahkan proyek PLTA Batoq Kelo berpotensi menciptakan efek berganda bagi daerah, mulai dari pembukaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas ekonomi lokal, hingga mendorong tumbuhnya investasi baru di Kalimantan Timur.
Menurutnya, keberadaan energi yang andal dan kompetitif merupakan salah satu faktor utama yang dipertimbangkan investor sebelum menanamkan modal dalam skala besar.
Tohom yang juga Ketua Umum PLN Watch mengatakan pembangunan PLTA Batoq Kelo menunjukkan bahwa masa depan ketahanan energi Indonesia tidak hanya ditentukan oleh besarnya cadangan sumber daya alam, tetapi juga kemampuan mengelolanya menjadi energi yang bernilai tambah bagi masyarakat.
Baca Juga:
PLN Hadirkan 8 Ultra Fast Charging di Aloha PIK 2, ALPERKLINAS: Standar Baru Kenyamanan EV
“Ke depan, proyek seperti Batoq Kelo harus menjadi model pengembangan energi nasional. Kita memiliki sungai, sumber daya alam, teknologi, serta dukungan kebijakan. Jika semuanya terhubung dengan baik, Indonesia dapat menjadi salah satu kekuatan energi hijau terbesar di kawasan Asia,” ucapnya.
Ia berharap pembangunan proyek tersebut dapat berjalan sesuai jadwal sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat dan mampu memperkuat sistem kelistrikan Kalimantan dalam jangka panjang.
Sebelumnya, pembangunan PLTA Batoq Kelo berkapasitas 300 MW resmi dimulai melalui groundbreaking yang digelar pada 25 Mei 2026.