“Keteladanan korporasi sangat penting. Ketika PLN lebih dahulu mengoptimalkan asetnya sendiri, kepercayaan publik akan tumbuh semakin kuat,” lanjutnya.
Tohom yang juga Ketua Umum PLN Watch mengatakan bahwa Smart and Green Building akan memperkuat posisi PLN sebagai perusahaan energi modern yang mampu mengintegrasikan pembangkitan, distribusi, konsumsi, dan pengelolaan data dalam satu platform digital.
Baca Juga:
Kolaborasi KKP dan PLN Perkuat Tata Ruang Laut, ALPERKLINAS: Fondasi Kedaulatan Energi Nasional
“Ini bukan hanya soal memasang panel surya di atap gedung. Ini adalah pembangunan sistem energi nasional yang lebih efisien, transparan, dan menguntungkan konsumen dalam jangka panjang,” kata Tohom.
Menurut Tohom, manfaat program tersebut pada akhirnya akan dirasakan langsung oleh pelanggan melalui peningkatan efisiensi operasional, kualitas layanan yang semakin baik, serta terciptanya sistem ketenagalistrikan yang lebih andal dan berkelanjutan.
“ALPERKLINAS mendukung penuh langkah visioner PLN ini. Kami percaya inovasi seperti Smart and Green Building akan memperkuat daya saing bangsa sekaligus menjadikan Indonesia sebagai salah satu pelopor transformasi energi di kawasan,” tutupnya.
Baca Juga:
Perkuat Integritas dan Pelayanan Pelanggan, PLN UP3 Depok Gelar Internalisasi Budaya Kerja
Sebelumnya, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan bahwa PLN kini bertransformasi menjadi Energy Digital Platform yang mengorkestrasi ekosistem energi melalui kolaborasi dan penciptaan nilai.
Executive Vice President Umum dan Aset Properti PLN Khairullah menjelaskan bahwa sebanyak 400 gedung telah dipetakan layak dipasangi PLTS Atap dari total 1.300 aset properti grup.
Sementara Komisaris Independen PLN Andi Arief menyatakan bahwa kantor-kantor PLN harus menjadi etalase efisiensi energi nasional.