KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) menyambut positif peluncuran program Smart and Green Building yang digagas PLN sebagai langkah strategis menuju transformasi kelistrikan nasional berbasis digital, efisien, dan ramah lingkungan.
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, menilai inisiatif tersebut menunjukkan bahwa PLN tidak hanya berbicara mengenai transisi energi, tetapi langsung menerapkannya di lingkungan internal perusahaan.
Baca Juga:
Kolaborasi KKP dan PLN Perkuat Tata Ruang Laut, ALPERKLINAS: Fondasi Kedaulatan Energi Nasional
“Program ini memperlihatkan keseriusan PLN dalam membangun ekosistem energi masa depan. Ketika kantor-kantor PLN dipasangi PLTS Atap dan sistem digital monitoring, maka perusahaan sedang menciptakan model efisiensi yang dapat menjadi referensi bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Tohom, Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, transformasi PLN menjadi Energy Digital Platform merupakan perubahan paradigma yang sangat progresif. Di era modern, pelanggan tidak lagi hanya menjadi pengguna listrik, tetapi juga berpeluang menjadi produsen energi melalui pemanfaatan pembangkit berbasis energi terbarukan.
“Ini adalah lompatan besar. PLN sedang menyiapkan fondasi agar setiap rumah, gedung, dan kawasan industri bisa terhubung dalam ekosistem energi dua arah yang cerdas dan produktif,” katanya.
Baca Juga:
Perkuat Integritas dan Pelayanan Pelanggan, PLN UP3 Depok Gelar Internalisasi Budaya Kerja
Tohom menjelaskan, target pemasangan PLTS Atap hingga 12 megawatt peak (MWp) dan penggunaan lebih dari 7.000 unit IoT Smart AC hingga 2035 akan menghasilkan manfaat ekonomi dan lingkungan yang sangat signifikan.
“Efisiensi energi akan menurunkan biaya operasional perusahaan. Pada saat yang sama, pengurangan emisi karbon hingga 0,3 juta ton CO2 equivalent menjadi kontribusi nyata PLN terhadap agenda net zero emission Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, langkah PLN memulai program ini dari aset internal merupakan pendekatan yang sangat tepat karena memberikan contoh konkret sebelum mengajak masyarakat dan pelaku usaha mengikuti pola serupa.
“Keteladanan korporasi sangat penting. Ketika PLN lebih dahulu mengoptimalkan asetnya sendiri, kepercayaan publik akan tumbuh semakin kuat,” lanjutnya.
Tohom yang juga Ketua Umum PLN Watch mengatakan bahwa Smart and Green Building akan memperkuat posisi PLN sebagai perusahaan energi modern yang mampu mengintegrasikan pembangkitan, distribusi, konsumsi, dan pengelolaan data dalam satu platform digital.
“Ini bukan hanya soal memasang panel surya di atap gedung. Ini adalah pembangunan sistem energi nasional yang lebih efisien, transparan, dan menguntungkan konsumen dalam jangka panjang,” kata Tohom.
Menurut Tohom, manfaat program tersebut pada akhirnya akan dirasakan langsung oleh pelanggan melalui peningkatan efisiensi operasional, kualitas layanan yang semakin baik, serta terciptanya sistem ketenagalistrikan yang lebih andal dan berkelanjutan.
“ALPERKLINAS mendukung penuh langkah visioner PLN ini. Kami percaya inovasi seperti Smart and Green Building akan memperkuat daya saing bangsa sekaligus menjadikan Indonesia sebagai salah satu pelopor transformasi energi di kawasan,” tutupnya.
Sebelumnya, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan bahwa PLN kini bertransformasi menjadi Energy Digital Platform yang mengorkestrasi ekosistem energi melalui kolaborasi dan penciptaan nilai.
Executive Vice President Umum dan Aset Properti PLN Khairullah menjelaskan bahwa sebanyak 400 gedung telah dipetakan layak dipasangi PLTS Atap dari total 1.300 aset properti grup.
Sementara Komisaris Independen PLN Andi Arief menyatakan bahwa kantor-kantor PLN harus menjadi etalase efisiensi energi nasional.
[Redaktur: Sandy]