Lebih jauh, Tohom menilai kesiapan cadangan daya nasional yang mencapai 16.950 MW merupakan indikator kuat bahwa sistem kelistrikan Indonesia berada dalam kondisi aman.
Ia juga menyoroti pentingnya pengamanan pasokan energi primer seperti batu bara, gas, dan BBM yang telah dipastikan dalam kondisi aman oleh PLN.
Baca Juga:
PLTS Atap 22,5 MWp Resmi Beroperasi, ALPERKLINAS: PLN Perkuat Ekosistem Energi Bersih
"Ke depan, kami mendorong PLN untuk terus meningkatkan digitalisasi sistem pengawasan dan pelayanan pelanggan. Dengan teknologi, potensi gangguan bisa dideteksi lebih dini dan penanganannya bisa semakin cepat," tambahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa momentum Idulfitri menjadi ujian nyata bagi kualitas pelayanan listrik nasional.
Oleh karena itu, sinergi antara kesiapan infrastruktur, SDM, dan sistem pengawasan harus terus diperkuat.
Baca Juga:
Infrastruktur PLN Sokong Microsoft di Jabar, ALPERKLINAS: Momentum Transformasi Digital Indonesia
"Kami optimis, dengan langkah yang telah dilakukan, masyarakat dapat menikmati momen Lebaran dengan nyaman tanpa kekhawatiran terhadap gangguan listrik," pungkas Tohom.
Sementara itu, PT PLN (Persero) memastikan sistem kelistrikan nasional dalam kondisi siap siaga menghadapi lonjakan kebutuhan listrik selama Ramadan dan Idulfitri.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa proyeksi beban puncak mencapai 35.017 MW, dengan daya mampu pasok sebesar 51.967 MW, sehingga masih terdapat cadangan daya yang memadai.