KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) menyambut positif komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dalam mendukung pembangunan Sekolah Unggul Garuda di Desa Makarti Jaya, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.
Dukungan tersebut dinilai sebagai langkah konkret PLN dalam memastikan hak masyarakat atas layanan listrik yang andal untuk menunjang infrastruktur pendidikan strategis nasional.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Dukung Penguatan Infrastruktur PLN, Aceh Selatan Kini Lebih Mandiri Energi
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, menegaskan bahwa komitmen PLN tersebut mencerminkan transformasi pelayanan kelistrikan yang semakin berpihak pada kepentingan publik.
“Kami melihat langkah PLN ini bukan hanya penyediaan daya listrik, tetapi bagian dari investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia. Infrastruktur kelistrikan yang andal adalah fondasi utama lahirnya ekosistem pendidikan modern,” ujar Tohom, Jumat (20/2/2026).
Menurut Tohom, kehadiran listrik yang stabil dan berkualitas akan menentukan efektivitas operasional Sekolah Unggul Garuda, mulai dari sistem pembelajaran digital, laboratorium sains dan teknologi, hingga fasilitas pendukung lainnya.
Baca Juga:
Aceh Selatan Bebas 'Lampu Kedip' dengan SUTT PLN!
“Kalau listriknya andal, maka proses belajar mengajar berbasis teknologi bisa berjalan tanpa gangguan. Ini penting untuk mencetak generasi yang kompetitif secara global,” katanya.
Ia menilai langkah PLN UID Kalselteng melalui UP3 Pangkalan Bun yang melakukan identifikasi awal kebutuhan daya dan kesiapan jaringan menunjukkan perencanaan yang matang dan berorientasi keberlanjutan.
“Pendekatan teknis yang komprehensif seperti ini memperlihatkan profesionalisme PLN dalam menjamin keamanan, efisiensi, dan kesinambungan pasokan listrik,” tambahnya.
Tohom juga menyebut sinergi antara PLN, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah sebagai model kolaborasi strategis yang patut diperluas di berbagai daerah.
Ia mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan unggulan harus dibarengi dengan kesiapan infrastruktur dasar, terutama listrik.
“Sekolah unggul tidak cukup hanya dengan bangunan megah. Ia membutuhkan sistem energi yang kuat, stabil, dan berkelanjutan. PLN sudah berada di jalur yang tepat,” tegasnya.
Lebih jauh, Tohom memandang dukungan PLN terhadap program Sekolah Garuda sejalan dengan agenda besar transformasi energi nasional.
Menurutnya, ke depan sekolah-sekolah unggulan juga dapat menjadi percontohan integrasi energi bersih dan efisiensi energi.
“Kami mendorong agar ke depan PLN juga mengintegrasikan konsep green energy dalam proyek-proyek pendidikan strategis, sehingga generasi muda sejak dini akrab dengan transisi energi,” ucapnya.
ALPERKLINAS menilai komitmen ini sekaligus memperkuat kepercayaan konsumen listrik terhadap peran PLN sebagai BUMN strategis yang tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga pembangunan sosial.
Dengan dukungan kelistrikan yang andal serta perencanaan teknis yang matang, pembangunan Sekolah Unggul Garuda di Kotawaringin Barat diyakini dapat berjalan sesuai target dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kalimantan Tengah.
Sebelumnya, Assistant Manager Perencanaan PLN UP3 Pangkalan Bun, Aris Aprianto, menyatakan bahwa dukungan tersebut merupakan bagian dari peran aktif PLN dalam memastikan tersedianya pasokan listrik yang andal guna menunjang infrastruktur pendidikan strategis nasional.
General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, juga menegaskan komitmen kuat PLN dalam mendukung setiap program strategis pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kualitas pendidikan nasional.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof Stella Christie PhD, menambahkan bahwa Sekolah Garuda merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan mampu menjawab tantangan global di masa depan.
[Redaktur: Mega Puspita]