"Ketika masyarakat melihat fasilitas SPKLU tersedia hingga berbagai daerah di Tanah Papua, maka kepercayaan terhadap kendaraan listrik akan semakin meningkat. Ini menjadi faktor penting untuk mempercepat adopsi teknologi yang lebih bersih dan efisien," katanya.
Tohom yang juga Ketua Umum PLN Watch mengatakan transformasi energi harus dipandang sebagai investasi jangka panjang yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara bersamaan.
Baca Juga:
Kemenkes Catat Kemajuan, Papua Masih Jadi Tantangan Utama Eliminasi Malaria
Menurutnya, Papua memiliki kekayaan alam yang luar biasa sehingga perlu dijaga melalui pemanfaatan energi yang semakin ramah lingkungan.
"Peralihan menuju penggunaan energi listrik akan membantu menurunkan ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang bagaimana kita mewariskan kualitas lingkungan yang baik kepada generasi mendatang," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi langkah PLN yang mengintegrasikan layanan SPKLU dengan aplikasi PLN Mobile karena memberikan kemudahan akses bagi masyarakat dalam memperoleh layanan kelistrikan modern.
Baca Juga:
Peringatan Irian Barat Kembali ke NKRI, Warga Kirab Merah Putih Disepanjang Jalan Kota Fakfak
"Digitalisasi layanan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kenyamanan konsumen. Masyarakat saat ini membutuhkan layanan yang mudah, cepat, transparan, dan dapat diakses kapan saja melalui perangkat digital," katanya.
Sebelumnya, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat Roberth Rumsaur mengatakan electrifying lifestyle merupakan gaya hidup modern yang mendorong masyarakat beralih menggunakan peralatan dan kendaraan berbasis energi listrik guna mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
Menurutnya, masyarakat Papua dapat mulai menerapkan budaya tersebut melalui penggunaan berbagai perangkat berbasis listrik seperti kompor induksi, rice cooker, oven listrik, air fryer hingga kendaraan listrik.