KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) menyambut positif langkah PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat yang terus menghadirkan ekosistem kelistrikan modern guna mendorong budaya electrifying lifestyle di tengah masyarakat.
Organisasi tersebut menilai upaya PLN menjadi bagian penting dalam mempercepat transformasi ekonomi, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memperkuat daya saing Papua di masa mendatang.
Baca Juga:
Kemenkes Catat Kemajuan, Papua Masih Jadi Tantangan Utama Eliminasi Malaria
Ketua Umum ALPERKLINAS KRT Tohom Purba mengatakan electrifying lifestyle merupakan arah perkembangan yang tidak dapat dihindari karena dunia saat ini bergerak menuju pemanfaatan energi yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berbasis teknologi.
"Papua memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu contoh keberhasilan transformasi energi di Indonesia. Ketika masyarakat mulai memanfaatkan peralatan dan kendaraan berbasis listrik, maka akan tercipta efisiensi biaya, peningkatan produktivitas, serta peluang usaha baru yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat," kata Tohom.
Menurutnya, kehadiran infrastruktur kelistrikan yang semakin kuat akan membuka ruang bagi tumbuhnya berbagai sektor ekonomi produktif, mulai dari pertanian, perikanan, UMKM hingga industri pengolahan hasil bumi yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Papua.
Baca Juga:
Peringatan Irian Barat Kembali ke NKRI, Warga Kirab Merah Putih Disepanjang Jalan Kota Fakfak
"Pemanfaatan teknologi berbasis listrik memungkinkan petani, nelayan, dan pelaku usaha memperoleh nilai tambah yang lebih besar dari hasil produksinya. Karena itu, langkah PLN memperluas pemanfaatan energi listrik harus didukung seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.
Tohom menilai pembangunan ekosistem kendaraan listrik yang dilakukan PLN juga menunjukkan kesiapan Indonesia menghadapi perubahan global di sektor energi dan transportasi.
Kehadiran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai wilayah Papua dinilai menjadi indikator bahwa pembangunan energi bersih tidak lagi terpusat di kota-kota besar di Pulau Jawa.