Ia menilai lonjakan tersebut menjadi indikator meningkatnya perhatian media terhadap isu energi dan ketenagalistrikan nasional.
Lebih lanjut, ia menyoroti inovasi skema Indonesia Top 100 Journalists yang membagi peserta dalam tiga regional sebagai langkah visioner.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Langkah Strategis PLN Hadirkan Giant Battery di Jawa Timur
“Pendekatan regional ini mencerminkan semangat pemerataan. Isu kelistrikan tidak hanya milik Jawa, tetapi juga luar Jawa yang memiliki tantangan dan potensi berbeda. PLN menunjukkan sensitivitas terhadap keadilan akses dan apresiasi,” katanya.
Menurut Tohom, proses seleksi berjenjang dan penilaian oleh dewan juri lintas platform menjadi jaminan kualitas sekaligus integritas ajang tersebut.
Ia menilai, mekanisme kurasi yang ketat akan mendorong lahirnya karya-karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga solutif dan konstruktif.
Baca Juga:
Sambut Ramadan 2026, PLN Hadirkan Diskon Tambah Daya 50% Melalui PLN Mobile
“Ke depan, kami berharap sinergi ini diperluas, termasuk dalam edukasi konsumen mengenai efisiensi energi, elektrifikasi, hingga transisi energi bersih. Media adalah mitra strategis dalam membangun kesadaran kolektif menuju sistem kelistrikan yang andal, berkeadilan, dan berkelanjutan,” tambahnya.
ALPERKLINAS memandang, kolaborasi PLN dan insan pers melalui ajang tahunan ini akan memperkuat ekosistem komunikasi publik yang sehat, sekaligus mendukung agenda besar transformasi dan kedaulatan energi nasional.
Sebelumnya, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa insan pers merupakan mitra strategis dalam membangun pemahaman publik terhadap agenda transformasi dan transisi energi nasional.