KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan PLN Journalist Awards (PJA) 2025 yang digelar PT PLN (Persero).
Organisasi ini menilai ajang tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat literasi publik, transparansi informasi, serta membangun kepercayaan konsumen terhadap transformasi sektor ketenagalistrikan nasional.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Langkah Strategis PLN Hadirkan Giant Battery di Jawa Timur
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, menegaskan bahwa keterlibatan insan pers dalam mengawal agenda transformasi dan transisi energi nasional sangat krusial.
“Kami memandang PLN Journalist Awards bukan sekadar ajang kompetisi jurnalistik, melainkan ruang kolaborasi strategis antara korporasi dan media dalam memastikan publik mendapatkan informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif,” ujar Tohom, Sabtu (28/3/2026).
Ia menyebut tema “Energi Berdaulat untuk Indonesia Kuat” selaras dengan kebutuhan bangsa dalam memperkuat ketahanan energi dan mendorong percepatan transisi menuju Net Zero Emissions (NZE).
Baca Juga:
Sambut Ramadan 2026, PLN Hadirkan Diskon Tambah Daya 50% Melalui PLN Mobile
Menurutnya, komunikasi yang terbuka dan kredibel menjadi fondasi utama agar konsumen listrik memahami arah kebijakan dan transformasi yang dijalankan PLN.
“Di era disrupsi informasi, kepercayaan publik adalah modal utama. Ketika PLN membuka ruang apresiasi bagi 1.329 karya jurnalistik dari seluruh Indonesia dan memilih 18 karya terbaik secara profesional, itu menunjukkan komitmen terhadap objektivitas dan transparansi,” tegasnya.
Tohom juga mengapresiasi peningkatan partisipasi yang hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun 2020.
Ia menilai lonjakan tersebut menjadi indikator meningkatnya perhatian media terhadap isu energi dan ketenagalistrikan nasional.
Lebih lanjut, ia menyoroti inovasi skema Indonesia Top 100 Journalists yang membagi peserta dalam tiga regional sebagai langkah visioner.
“Pendekatan regional ini mencerminkan semangat pemerataan. Isu kelistrikan tidak hanya milik Jawa, tetapi juga luar Jawa yang memiliki tantangan dan potensi berbeda. PLN menunjukkan sensitivitas terhadap keadilan akses dan apresiasi,” katanya.
Menurut Tohom, proses seleksi berjenjang dan penilaian oleh dewan juri lintas platform menjadi jaminan kualitas sekaligus integritas ajang tersebut.
Ia menilai, mekanisme kurasi yang ketat akan mendorong lahirnya karya-karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga solutif dan konstruktif.
“Ke depan, kami berharap sinergi ini diperluas, termasuk dalam edukasi konsumen mengenai efisiensi energi, elektrifikasi, hingga transisi energi bersih. Media adalah mitra strategis dalam membangun kesadaran kolektif menuju sistem kelistrikan yang andal, berkeadilan, dan berkelanjutan,” tambahnya.
ALPERKLINAS memandang, kolaborasi PLN dan insan pers melalui ajang tahunan ini akan memperkuat ekosistem komunikasi publik yang sehat, sekaligus mendukung agenda besar transformasi dan kedaulatan energi nasional.
Sebelumnya, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa insan pers merupakan mitra strategis dalam membangun pemahaman publik terhadap agenda transformasi dan transisi energi nasional.
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto juga menjelaskan bahwa seluruh karya yang masuk telah melalui proses seleksi ketat dan berjenjang guna menjamin objektivitas serta kualitas penilaian.
[Redaktur: Mega Puspita]