Tohom juga menggarisbawahi pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan jalur perbaikan, memberikan informasi situasi secara akurat, serta tidak menghambat mobilisasi petugas.
“Ketahanan energi itu urusan bersama. PLN sudah bekerja dalam medan berat, dan masyarakat dapat mempercepat pemulihan dengan sikap kooperatif dan peduli. Inilah wujud solidaritas energi yang harus terus hidup,” ungkapnya.
Baca Juga:
Tower 150 kV di Aceh Roboh, Jaringan Distribusi Rusak: PLN Kerahkan Pemulihan Berlapis
Ia berharap langkah pemerintah dan PLN dalam pemulihan Aceh menjadi momentum nasional untuk memperkuat tata kelola kelistrikan di wilayah rawan.
“Bencana tidak bisa kita cegah, tetapi dampaknya bisa diminimalkan jika kita menata ulang strategi ketahanan energi dengan lebih progresif,” pungkasnya.
Sebelumnya, Direktur Utama PT PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa Kabupaten Bireuen menjadi titik fokus utama perbaikan setelah 12 tower SUTT 150 kV rubuh akibat banjir dan angin kencang.
Baca Juga:
PLN Maksimalkan Genset dan Kirim 500 Personel untuk Pulihkan Aceh
Enam tower di antaranya berada di wilayah Bireuen yang menjadi episentrum gangguan kelistrikan Aceh.
Ia menuturkan bahwa PLN mengerahkan tim recovery untuk mempercepat pemulihan, dibantu TNI AU yang menyediakan pesawat Hercules untuk mengangkut tujuh material tower darurat dari luar daerah.
Dukungan juga datang dari TNI AD dan Polda Aceh yang membantu logistik serta mobilisasi personel menuju titik pemulihan yang sulit dijangkau jalur darat.