KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) menyambut positif langkah pemerintah mempercepat konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) ke pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebagai strategi menekan konsumsi energi fosil sekaligus menjaga defisit APBN tetap di bawah 3 persen di tengah gejolak harga minyak dunia.
“Langkah pemerintah ini luar biasa tepat, mengarah pada efisiensi energi sekaligus menjaga stabilitas fiskal negara, kalau saya bilang ini benar-benar top,” ujar Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, Senin (23/3/2026).
Baca Juga:
Peduli Sosial, ALPERKLINAS Apresiasi KESDM, BUMN Energi dan PLN Fasilitasi 1.496 Peserta Mudik Gratis
Ia menilai konversi PLTD ke PLTS bukan sekadar kebijakan teknis sektor energi, melainkan keputusan strategis yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi nasional.
“Ketika konsumsi BBM ditekan melalui transisi ke energi surya, maka beban impor migas otomatis berkurang, ini akan sangat membantu menjaga ruang fiskal agar tetap sehat,” katanya.
Menurutnya, selama ini ketergantungan terhadap pembangkit berbasis diesel menjadi salah satu faktor pembengkakan biaya energi, terutama saat harga minyak global melonjak.
Baca Juga:
Dorong Kemandirian dan Konversi Energi, ALPERKLINAS Dukung Percepatan Peralihan Semua Sektor Khususnya Kompor dan Kendaraan ke Tenaga Listrik
“PLTD itu mahal karena sangat tergantung pada fluktuasi harga minyak dunia, sedangkan PLTS menawarkan biaya operasional yang jauh lebih stabil dan rendah dalam jangka panjang,” jelasnya.
Pemerintah sendiri mendorong percepatan konversi ini seiring arahan Presiden untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan mengoptimalkan sumber energi terbarukan.
“Ini adalah langkah konkret menuju kemandirian energi nasional,” tegas Tohom.