Lebih jauh, ia juga mengapresiasi konsistensi PLN dalam mendukung penguatan kapasitas masyarakat melalui berbagai program sebelumnya, seperti penyediaan sarana prasarana hingga edukasi kebencanaan.
“Keberlanjutan program seperti ini sangat penting. Masyarakat tidak hanya dibantu secara fisik, tetapi juga dibangun kesadarannya untuk menjaga lingkungan secara mandiri,” lanjutnya.
Baca Juga:
Lonjakan Transaksi SPKLU 4 Kali Lipat Saat RAFI 2026, PLN UID Jabar Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik
Di sisi lain, ALPERKLINAS memandang kolaborasi antara PLN, pemerintah setempat, dan masyarakat sebagai kunci utama keberhasilan program mitigasi berbasis komunitas. “Sinergi seperti ini harus dijaga. Ketika masyarakat dilibatkan secara aktif, maka rasa memiliki terhadap lingkungan akan tumbuh, dan dampaknya jauh lebih kuat serta berkelanjutan,” ungkap Tohom.
Ia pun berharap inisiatif serupa dapat direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia yang menghadapi ancaman bencana serupa.
“Kami mendorong PLN terus memperluas program berbasis lingkungan ini sebagai bagian dari strategi nasional dalam menghadapi perubahan iklim dan risiko bencana yang semakin kompleks,” tutupnya.
Baca Juga:
Tanam 400 Pohon, PLN dan Warga Katimbang Perkuat Mitigasi Banjir Berbasis Lingkungan
Sebelumnya, PLN UIP Sulawesi bersama masyarakat yang tergabung dalam Katimbang Siaga Bencana (KSB) melaksanakan aksi penanaman 400 pohon di Kelurahan Katimbang, Makassar.
Penanaman dilakukan di area sepanjang sekitar 350 meter dengan berbagai jenis tanaman seperti jati, mahoni, ketapang kencana, pohon salam, dan jeruk nipis yang berfungsi sebagai vegetasi penahan banjir sekaligus meningkatkan daya serap air.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan aksi bersih drainase dan sungai sebagai langkah preventif untuk menjaga kelancaran aliran air.