KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO - Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) menyambut positif aksi penanaman 400 pohon yang dilakukan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi bersama masyarakat Katimbang Siaga Bencana (KSB) di Makassar.
Program ini dinilai sebagai langkah konkret dan progresif dalam mengintegrasikan perlindungan lingkungan dengan kepentingan masyarakat, khususnya dalam mitigasi risiko banjir di kawasan rawan terdampak.
Baca Juga:
Lonjakan Transaksi SPKLU 4 Kali Lipat Saat RAFI 2026, PLN UID Jabar Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, menilai kegiatan tersebut mencerminkan transformasi peran PLN yang tidak hanya berfokus pada penyediaan listrik, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal.
“Kami melihat ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial yang visioner. PLN tidak sekadar hadir sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai institusi yang memahami pentingnya keseimbangan antara infrastruktur dan lingkungan,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Ia menambahkan bahwa pendekatan berbasis lingkungan seperti penanaman pohon memiliki dampak jangka panjang yang signifikan.
Baca Juga:
Tanam 400 Pohon, PLN dan Warga Katimbang Perkuat Mitigasi Banjir Berbasis Lingkungan
“Vegetasi yang ditanam bukan hanya berfungsi sebagai penghijauan, tetapi juga sebagai sistem alami pengendali air. Ini adalah solusi cerdas yang harus diperluas ke wilayah lain dengan karakteristik serupa,” katanya.
Menurut Tohom, langkah PLN UIP Sulawesi yang mengombinasikan penanaman pohon dengan aksi bersih drainase dan sungai menunjukkan pemahaman komprehensif terhadap akar persoalan banjir.
“Ini bukan sekadar kegiatan simbolik. Ada pendekatan sistemik di sini—mulai dari hulu ke hilir. Ini yang kami dorong agar menjadi model nasional,” tegasnya.
Lebih jauh, ia juga mengapresiasi konsistensi PLN dalam mendukung penguatan kapasitas masyarakat melalui berbagai program sebelumnya, seperti penyediaan sarana prasarana hingga edukasi kebencanaan.
“Keberlanjutan program seperti ini sangat penting. Masyarakat tidak hanya dibantu secara fisik, tetapi juga dibangun kesadarannya untuk menjaga lingkungan secara mandiri,” lanjutnya.
Di sisi lain, ALPERKLINAS memandang kolaborasi antara PLN, pemerintah setempat, dan masyarakat sebagai kunci utama keberhasilan program mitigasi berbasis komunitas. “Sinergi seperti ini harus dijaga. Ketika masyarakat dilibatkan secara aktif, maka rasa memiliki terhadap lingkungan akan tumbuh, dan dampaknya jauh lebih kuat serta berkelanjutan,” ungkap Tohom.
Ia pun berharap inisiatif serupa dapat direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia yang menghadapi ancaman bencana serupa.
“Kami mendorong PLN terus memperluas program berbasis lingkungan ini sebagai bagian dari strategi nasional dalam menghadapi perubahan iklim dan risiko bencana yang semakin kompleks,” tutupnya.
Sebelumnya, PLN UIP Sulawesi bersama masyarakat yang tergabung dalam Katimbang Siaga Bencana (KSB) melaksanakan aksi penanaman 400 pohon di Kelurahan Katimbang, Makassar.
Penanaman dilakukan di area sepanjang sekitar 350 meter dengan berbagai jenis tanaman seperti jati, mahoni, ketapang kencana, pohon salam, dan jeruk nipis yang berfungsi sebagai vegetasi penahan banjir sekaligus meningkatkan daya serap air.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan aksi bersih drainase dan sungai sebagai langkah preventif untuk menjaga kelancaran aliran air.
Program Katimbang Siaga Bencana sendiri mengintegrasikan pendekatan struktural dan berbasis lingkungan dalam mengurangi risiko banjir di wilayah yang dikenal rawan terdampak.
[Redaktur: Mega Puspita]