Tohom yang juga Ketua Umum PLN Watch mengatakan kerja sama ini merupakan langkah visioner yang akan memperkuat posisi Indonesia dalam mengoptimalkan potensi kelautan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurut dia, keberadaan kabel laut dan infrastruktur kelistrikan yang terencana dengan baik akan menjadi penggerak utama industrialisasi, hilirisasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Baca Juga:
Tol Sentul Selatan-Karawang Barat Siap Dibangun, MARTABAT Prabowo-Gibran: Kunci Integrasi Aglomerasi Jabodetabekjur
“PLN telah menunjukkan komitmen tinggi untuk memastikan pembangunan kelistrikan berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Ini adalah model pembangunan yang patut diapresiasi dan terus diperkuat,” katanya.
ALPERKLINAS meyakini kerja sama KKP dan PLN akan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan sistem ketenagalistrikan nasional yang semakin andal, efisien, dan berkelanjutan demi mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Penataan Ruang Laut KKP Kartika Listriana menyatakan perencanaan ruang laut merupakan instrumen strategis untuk menyeimbangkan kepentingan ekonomi, sosial, dan ekologi serta mendukung kemandirian dan ketahanan energi nasional.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Strategi PLN Indonesia Power Monetisasi Karbon untuk Tambah Pendapatan
Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PT PLN (Persero) Yusuf Didi Setiarto mengatakan pemanfaatan ruang laut menjadi aspek penting dalam pembangunan pembangkit di wilayah pesisir, jaringan kabel laut, gardu induk, dan fasilitas pendukung lainnya.
“Kolaborasi ini adalah wujud nyata semangat gotong royong dalam pembangunan nasional dan landasan penting untuk mendukung ketahanan energi dan kedaulatan energi nasional,” kata Yusuf.
[Redaktur: JP Sianturi]