KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO - Pemerintah terus mengintensifkan upaya penanganan dampak banjir dan longsor di Aceh Tengah dengan mengerahkan berbagai sumber daya, termasuk jembatan udara untuk menjangkau wilayah yang belum dapat dilalui jalur darat.
Di tengah kondisi geografis yang berat, kehadiran negara juga ditandai dengan kerja berkelanjutan PLN dalam memulihkan jaringan listrik di wilayah terdampak.
Baca Juga:
PLN Tunjukkan Resiliensi Infrastruktur Energi di Tengah Banjir Beruntun
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan tiga unit helikopter untuk mendistribusikan bantuan logistik ke kampung-kampung yang masih terisolasi.
Total kapasitas angkut mencapai 2.800 kilogram, difokuskan untuk menjamin kebutuhan dasar warga yang belum bisa dijangkau kendaraan roda empat.
Kepala Dinas Kominfo Aceh Tengah sekaligus Juru Bicara Pemerintah Daerah, Mustafa Kamal, mengatakan penggunaan jalur udara menjadi solusi krusial di tengah keterbatasan akses darat, sembari menunggu pembukaan jalan secara bertahap.
Baca Juga:
Fondasi Pemulihan Korban Banjir, PLN Gratiskan Listrik Huntara 6 Bulan
“Fokus utama kami saat ini adalah memastikan warga di wilayah terisolasi tetap mendapatkan logistik melalui jembatan udara. Di saat yang sama, pemulihan listrik terus dikejar agar aktivitas dasar masyarakat bisa kembali berjalan,” ujar Mustafa dalam keterangan persnya, Senin (19/1/2026).
Di sektor kelistrikan, PLN terus mengerahkan petugas ke lapangan untuk memperbaiki jaringan yang rusak akibat banjir dan longsor.
Dari total 295 kampung di Aceh Tengah, sebanyak 261 kampung telah kembali dialiri listrik, sementara 34 kampung lainnya masih dalam tahap perbaikan.
Menurut Mustafa, petugas PLN bekerja di medan yang cukup ekstrem, khususnya di Kecamatan Ketol dan Rusip Antara yang masih memiliki titik padam terbanyak.
“Tim PLN harus melewati akses terbatas, material longsor, dan kondisi tanah yang labil. Namun upaya pemulihan tetap berjalan tanpa henti agar layanan listrik dapat segera pulih secara menyeluruh,” katanya.
Sebagai langkah darurat, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) turut menyiagakan bantuan genset di wilayah yang belum teraliri listrik.
Genset tersebut digunakan untuk menopang kebutuhan fasilitas umum dan layanan dasar masyarakat selama proses perbaikan berlangsung.
Seiring distribusi logistik melalui udara dan perbaikan infrastruktur, jumlah warga yang masih terisolasi juga terus menurun. Data Pemkab Aceh Tengah mencatat, saat ini terdapat 6.562 jiwa yang masih terisolasi dan tersebar di 15 kampung.
“Kami mengapresiasi kesabaran masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah, BNPB, dan PLN menjadi kunci agar seluruh wilayah terdampak dapat kembali normal secara bertahap,” ucap Mustafa.
Pemerintah daerah berharap, dengan dukungan jembatan udara dan percepatan pemulihan listrik oleh PLN, proses pemulihan pascabencana di Aceh Tengah dapat berjalan lebih cepat dan merata.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]