KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) merespons positif langkah PT PLN Nusantara Power (PLN NP) yang terus mengakselerasi pengembangan pembangkit hijau sebagai bagian dari transformasi bisnis menuju sistem ketenagalistrikan yang lebih bersih, andal, dan berkelanjutan.
Menurut ALPERKLINAS, arah kebijakan tersebut tidak hanya relevan dengan target Net Zero Emission (NZE) Indonesia 2060, tetapi juga memperkuat pemenuhan hak konsumen atas pasokan listrik yang ramah lingkungan, stabil, dan berkeadilan.
Baca Juga:
Hak Jawab H.Patang Atas Berita: Kelompok Tani Jubek CS Minta Polda Jambi Usut mafia Tanah Sungai Toman Laudi DKK
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, menilai kehadiran PLTS Terapung Cirata sebagai tonggak penting transisi energi nasional.
“PLTS Terapung Cirata adalah bukti bahwa transisi energi tidak lagi sekadar wacana. Ini proyek nyata, skala besar, dan berdampak langsung terhadap sistem kelistrikan Jawa-Bali yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional,” ujar Tohom, Jumat (6/2/2026).
Ia mengungkapkan, dari perspektif perlindungan konsumen, pembangkit hijau seperti PLTS terapung memberi manfaat ganda.
Baca Juga:
Penyidikan Laka Lantas Naik Tahap, Pengemudi Jalani Observasi Kejiwaan di RSJ Jambi
Selain menurunkan emisi karbon, integrasi dengan PLTA Cirata dinilai meningkatkan keandalan pasokan listrik di wilayah dengan beban puncak tertinggi.
“Konsumen listrik membutuhkan kepastian: listrik harus tersedia, stabil, dan terjangkau. Energi terbarukan yang terintegrasi dengan baik justru memperkuat ketahanan sistem, bukan sebaliknya,” katanya.
Tohom juga mengapresiasi strategi PLN NP yang memanfaatkan waduk dan bendungan untuk PLTS terapung tanpa menambah tekanan terhadap lahan.
Menurutnya, pendekatan ini mencerminkan perencanaan energi yang visioner dan sensitif terhadap isu lingkungan serta sosial.
“Indonesia memiliki ratusan waduk. Jika dioptimalkan secara cerdas, PLTS terapung bisa menjadi akselerator bauran energi bersih tanpa konflik lahan, dan ini sangat penting bagi keberlanjutan jangka panjang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Tohom menilai pengembangan PLTS Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS) sebagai langkah strategis dalam membangun sistem kelistrikan masa depan.
Ia menyebut penyimpanan energi sebagai kunci agar energi surya benar-benar andal bagi konsumen.
“BESS adalah game changer. Konsumen tidak hanya mendapat listrik hijau, tetapi juga kualitas pasokan yang konsisten, bahkan saat cuaca tidak mendukung,” kata Tohom.
ALPERKLINAS juga mendorong agar pengembangan pembangkit hijau PLN NP diikuti dengan tata kelola yang transparan dan partisipatif.
Menurut Tohom, komunikasi yang terbuka kepada publik akan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap agenda transisi energi.
“Transisi energi harus inklusif. Konsumen perlu tahu manfaatnya, dampaknya pada tarif, dan bagaimana negara melindungi kepentingan publik di tengah perubahan besar ini,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Tohom menegaskan bahwa langkah PLN NP melalui PLTS Terapung Cirata dan proyek-proyek hijau lainnya merupakan sinyal kuat bahwa sektor ketenagalistrikan Indonesia bergerak ke arah yang benar.
“Jika konsisten, terukur, dan berpihak pada kepentingan konsumen, pembangkit hijau bukan hanya solusi lingkungan, tetapi juga fondasi kedaulatan energi nasional,” pungkasnya.
[Redaktur: Mega Puspita]