KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) menilai Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) yang dijalankan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PLN sejak 2022 hingga 2024 merupakan contoh paling konkret bagaimana anggaran negara dapat langsung mengentaskan kemiskinan.
Dengan capaian 367 ribu sambungan listrik gratis dalam tiga tahun, ALPERKLINAS menyebut keberhasilan ini harus menjadi acuan bagi seluruh kementerian dan lembaga dalam merancang program yang benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat miskin.
Baca Juga:
Siswa SD Ngada Meninggal Gegara Tak Mampu Beli Buku, Komisi X DPR Ingatkan Negara soal Tanggung Jawab
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, mengungkapkan bahwa keberhasilan BPBL menunjukkan bahwa elektrifikasi merupakan bagian dari akselerator kesejahteraan.
Ia menilai kehadiran listrik di rumah tangga pra-sejahtera mampu menggerakkan roda ekonomi keluarga, memperbaiki kualitas pendidikan anak, dan mengurangi pengeluaran harian yang sebelumnya terserap untuk membeli minyak atau bahan bakar genset.
“Begitu listrik masuk, mobilitas ekonomi rumah tangga meningkat tiga sampai empat kali lipat. Itu sudah terbukti di berbagai daerah. Tidak ada intervensi yang dampaknya secepat ini,” ujar Tohom.
Baca Juga:
Rakor Penanggulangan Kemiskinan, Bupati Nias Barat: Harus Ada Gerakan Bersama
Ia menjelaskan bahwa akses listrik membuka peluang ekonomi baru yang sebelumnya mustahil dilakukan keluarga miskin.
Mulai dari usaha kecil berbasis energi listrik, peningkatan aktivitas produktif ibu rumah tangga, hingga munculnya UMKM rumahan yang menjadi penopang ekonomi desa.
Menurutnya, elektrifikasi adalah fondasi awal transformasi ekonomi lokal: dari desa gelap menuju desa yang memiliki aktivitas ekonomi sepanjang hari.