KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) menilai edukasi keselamatan kendaraan listrik (EV) yang dilakukan komunitas pengguna bersama PLN sebagai langkah strategis untuk mematahkan mitos kebakaran yang selama ini membayangi adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
ALPERKLINAS menegaskan bahwa isu keselamatan EV idealnya ditempatkan pada pendekatan berbasis standar teknis dan perlindungan konsumen, bukan sekadar narasi ketakutan yang tidak terverifikasi.
Baca Juga:
ALPERKLINAS: Diskon Tambah Daya PLN Dorong Percepatan Elektrifikasi Rumah Tangga dan Kendaraan Listrik
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, menyatakan bahwa maraknya mitos kebakaran kendaraan listrik justru menunjukkan adanya kesenjangan literasi teknis di masyarakat.
“Kendaraan listrik bukan tanpa risiko, tetapi risikonya terukur dan dapat dikendalikan melalui standar instalasi, pengawasan, serta edukasi yang benar. Ketakutan publik lebih banyak lahir karena minimnya informasi yang utuh dan berbasis data,” ujar Tohom, Minggu (25/1/2026).
Ia menilai kegiatan edukatif yang diinisiasi Komunitas Mobil Elektrik Indonesia (KOLEKSI) bersama PLN dalam forum Zero Emission and Zero Accident di Museum Listrik Energi Baru TMII, Jakarta, beberapa waktu lalu, menjadi contoh kolaborasi ideal antara komunitas, penyedia infrastruktur, dan pemangku kepentingan energi.
Baca Juga:
Pengisian EV Melonjak 479 Persen Saat Nataru, ALPERKLINAS: Sinyal Kuat Perubahan Perilaku Konsumen dan Tantangan Baru Tata Kelola Listrik Nasional
Menurutnya, pengalaman nyata pengguna EV jauh lebih efektif untuk meluruskan informasi keliru dibandingkan sekadar kampanye satu arah.
Tohom mengatakan bahwa perlindungan konsumen listrik ke depan harus diperluas, tidak hanya pada aspek tarif dan layanan, tetapi juga keselamatan teknologi baru seperti EV.
“Transisi energi tidak boleh mengorbankan rasa aman konsumen. Negara harus hadir dengan regulasi yang jelas, mulai dari standar instalasi home charging, sertifikasi teknisi, hingga SOP penanganan insiden seperti thermal runaway baterai,” tegasnya.