KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) memberikan apresiasi terhadap langkah PT PLN Indonesia Power (PLN IP) yang membangun ekosistem hidrogen hijau sebagai bagian dari transformasi energi nasional.
Organisasi ini menilai inisiatif tersebut bukan sekadar proyek percontohan, melainkan strategi jangka panjang untuk menghadirkan energi bersih yang berkelanjutan dan memperkuat posisi Indonesia dalam peta transisi energi global.
Baca Juga:
Bersama Ratusan Riders Patriot EV, PLN Dorong Electrifying Lifestyle dan Mobilitas Ramah Lingkungan
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, mengatakan bahwa pengembangan hidrogen hijau oleh PT PLN Indonesia Power merupakan langkah visioner yang menunjukkan keseriusan BUMN energi dalam menjawab tantangan dekarbonisasi.
“Ketika PLN IP meluncurkan mobil berbasis green hydrogen, ini berarti menghadirkan maket Hydrogen Refueling Station, serta mengintegrasikan Solar PV dalam ekosistemnya, itu artinya mereka sedang membangun rantai pasok energi bersih yang utuh dari hulu ke hilir,” ujar Tohom, Minggu (1/3/2026).
Menurutnya, langkah tersebut selaras dengan agenda nasional menuju target Net Zero Emission (NZE) 2060.
Baca Juga:
Dorong Energi Bersih Berkelanjutan, ALPERKLINAS Nilai Strategi Hijau PLN Nusantara Power Tepat Arah
Ia menilai, pengembangan hidrogen hijau akan menjadi game changer dalam sektor transportasi dan industri, yang selama ini menjadi penyumbang emisi karbon cukup signifikan.
“Tohom menegaskan bahwa konsumen listrik di Indonesia pada dasarnya mendukung energi yang lebih bersih, asalkan tetap terjangkau dan andal. Karena itu, transformasi energi harus dijalankan dengan pendekatan keadilan energi (energy justice), di mana inovasi teknologi berjalan seiring dengan perlindungan kepentingan konsumen,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan sumber daya domestik dalam produksi hidrogen hijau.
Dengan memanfaatkan energi terbarukan seperti surya dan panas bumi, ketergantungan terhadap energi fosil impor dapat ditekan, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
“Kalau hidrogen hijau ini dikembangkan secara masif dan efisien, Indonesia tidak hanya menjadi pasar kendaraan ramah lingkungan, tetapi juga produsen teknologi dan energi bersih. Ini yang harus kita kawal bersama,” tambahnya.
Tohom memandang bahwa sinergi lintas sektor—antara BUMN, pemerintah, industri otomotif, dan akademisi—menjadi kunci percepatan ekosistem hidrogen.
Ia mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap inisiatif PLN IP, karena kolaborasi kebijakan dan inovasi teknologi akan mempercepat transformasi industri nasional.
Lebih jauh, ia menilai potensi hidrogen tidak terbatas pada transportasi. Dalam jangka panjang, hidrogen dapat dimanfaatkan untuk pembangkitan listrik dan kebutuhan industri skala besar, sehingga membuka peluang investasi baru dan penciptaan lapangan kerja hijau.
“Tohom menyimpulkan bahwa langkah PLN IP adalah fondasi penting bagi arsitektur energi masa depan Indonesia. Tantangannya kini adalah konsistensi, keberlanjutan investasi, serta regulasi yang adaptif agar ekosistem ini benar-benar tumbuh,” ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Utama PT PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menegaskan bahwa pengembangan hidrogen hijau merupakan pilar strategis dalam transformasi energi nasional dan kunci memperkuat ketahanan energi berbasis sumber daya domestik.
Dukungan juga disampaikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yang mendorong inovasi kendaraan berbasis energi bersih agar Indonesia menjadi pemain utama industri otomotif ramah lingkungan.
Selain itu, jajaran PLN Group turut memberikan apresiasi atas inisiatif tersebut dan melihat potensi hidrogen merambah sektor pembangkitan listrik serta industri skala besar.
[Redaktur: Mega Puspita]