KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) menyambut positif langkah PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) yang menjajaki kerja sama pengembangan bioenergi berbasis sorgum dengan PT Sorbu Agro Energi.
Inisiatif ini dinilai sebagai strategi visioner yang tidak hanya memperkuat pasokan energi bersih, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi konsumen listrik melalui terciptanya sistem kelistrikan yang lebih berkelanjutan, efisien, dan mandiri.
Baca Juga:
Hasilkan Bioenergi Tinggi, Tanaman Sawit Paling Hemat Air
Ketua Umum ALPERKLINAS KRT Tohom Purba mengatakan bahwa pengembangan biomassa berbasis sorgum merupakan bentuk transformasi energi nasional yang mengintegrasikan kepentingan konsumen, petani, dunia usaha, dan negara dalam satu ekosistem produktif.
“PLN EPI sedang menunjukkan bahwa transisi energi tidak harus bergantung sepenuhnya pada teknologi impor. Dengan memanfaatkan sorgum sebagai sumber biomassa, Indonesia dapat membangun fondasi energi bersih yang tumbuh dari kekuatan rakyat sendiri,” ujar Tohom Purba di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Menurut Tohom, model kerja sama ini memiliki dampak strategis karena memadukan ketahanan energi, ketahanan pangan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga:
Kejar Target Bauran EBT 23 Persen, PLN dan Kementerian ESDM Gelar Seminar Bioenergi
Sorgum dinilai sebagai komoditas multifungsi yang dapat dimanfaatkan untuk biomassa, pakan ternak, hingga produk turunan lain yang bernilai ekonomi tinggi.
Ia menilai konsumen listrik akan memperoleh manfaat jangka panjang dari diversifikasi energi primer yang lebih stabil. Dengan semakin luasnya penggunaan biomassa untuk cofiring di PLTU, PLN dapat menekan emisi karbon sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
“Ketika energi primer semakin banyak dipenuhi dari sumber domestik, maka ketahanan pasokan meningkat dan struktur biaya listrik menjadi lebih terjaga. Ini adalah kabar baik bagi konsumen yang membutuhkan listrik andal dengan harga yang kompetitif,” katanya.
Tohom menambahkan bahwa pengembangan biomassa di Gorontalo melalui pendekatan pentahelix juga menunjukkan bahwa PLN EPI tidak hanya berorientasi pada target net zero emission (NZE), tetapi juga membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat, akademisi, pemerintah, BUMN, swasta, dan media akan memperkuat keberhasilan proyek sekaligus memperluas manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Tohom yang juga Ketua Umum PLN Watch mengatakan bahwa langkah PLN EPI merupakan contoh konkret bagaimana transformasi sektor energi dapat dilakukan secara inklusif dan menghasilkan multiplier effect yang besar bagi bangsa.
“Jika model ini direplikasi di berbagai daerah, Indonesia tidak hanya mampu menurunkan emisi, tetapi juga membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat posisi negara sebagai pemain utama bioenergi di kawasan Asia,” ujarnya.
ALPERKLINAS memandang kerja sama PLN EPI dan PT Sorbu Agro Energi sebagai tonggak penting dalam membangun kemandirian energi nasional. Dengan memanfaatkan potensi lokal secara optimal, PLN dinilai semakin membuktikan perannya sebagai motor pembangunan yang menghadirkan manfaat nyata bagi konsumen dan masyarakat luas.
Sebelumnya, PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Sorbu Agro Energi untuk mengembangkan bioenergi berbasis sorgum.
Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir menyatakan bahwa biomassa memiliki keunggulan dalam mereduksi emisi karbon secara langsung melalui substitusi batu bara pada pembangkit listrik.
Saat ini PLN EPI telah mengembangkan hampir 14 jenis biomassa dan mengamankan kontrak pasokan sekitar 1 juta ton melalui hampir 100 kerja sama dengan berbagai mitra.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]