“Jika listrik stabil, maka aktivitas ekonomi masyarakat juga berjalan dengan baik. Inilah sebabnya perlindungan konsumen listrik tidak hanya soal tarif, tetapi juga soal kepastian pasokan dan keandalan sistem kelistrikan,” katanya.
Ia berharap kebijakan prioritas pasokan batu bara untuk PLTU domestik dapat terus dijaga secara konsisten, terutama dalam menghadapi peningkatan kebutuhan listrik di masa mendatang.
Baca Juga:
Apel Penyalaan Serentak 1.400 Pelanggan, PLN UID Jakarta Raya Pastikan Ramadan Terang dan Lebaran Tenang
“Ke depan, kebutuhan listrik Indonesia akan terus meningkat. Karena itu, pengelolaan sumber daya energi harus dilakukan secara visioner agar pasokan listrik tetap aman, andal, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah akan memprioritaskan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik dalam negeri sebelum memberikan izin ekspor kepada perusahaan tambang.
Ia menyatakan stok batu bara untuk PLTU saat ini rata-rata masih berada di level sekitar 12 hari operasi yang masih berada dalam standar minimal nasional.
Baca Juga:
PLN UID Jakarta Raya Tuntaskan Misi Recovery Kelistrikan Aceh, 90 Personel Berhasil Pulihkan Ratusan Aset dan 441 Pelanggan
Sementara itu, Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero) Rizal Calvary memastikan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik tetap aman setelah PLN memperoleh komitmen pasokan sekitar 82 juta hingga 84 juta metrik ton dari delapan perusahaan pemasok utama guna menjaga kesiapan operasional PLTU hingga beberapa bulan ke depan.
[Redaktur: Mega Puspita]