Ia mendorong percepatan evaluasi infrastruktur, peningkatan ketangguhan sistem kelistrikan, serta penguatan komunikasi antara pemerintah daerah, PLN, dan komunitas setempat.
“Cuaca ekstrem akan menjadi tantangan berulang. Kita tidak boleh hanya reaktif, tetapi harus memiliki roadmap mitigasi yang progresif dan inklusif,” tuturnya.
Baca Juga:
PLN Pulihkan Listrik di 261 Kampung, Aceh Tengah Masuki Fase Pemulihan Pascabencana
Ia pun mengapresiasi kesigapan PLN yang berhasil memulihkan listrik Aceh secara penuh pada Kamis (2/10) pukul 00.07 WIB, sekaligus menekankan bahwa dukungan publik akan membuat proses pemulihan di masa depan semakin efisien.
“Personel PLN di lapangan sedang mempertaruhkan tenaga, waktu, dan keselamatan. Masyarakat wajib ikut menjaga ritme kerja mereka, bukan menambah tekanan,” tambahnya.
Sebelumnya, General Manager PLN UID Aceh, Mundhakir, menjelaskan bahwa pemulihan sistem kelistrikan di Aceh telah mencapai 100 persen.
Baca Juga:
Menjemput Terang di Ujung Aceh, Kisah Perjuangan PLN ke Desa Terisolir
Ia memastikan personel gabungan PLN tetap siaga untuk menjaga pelayanan, sambil memprioritaskan fasilitas vital seperti rumah sakit, pemerintahan, pusat komunikasi, dan layanan publik lainnya.
Mundhakir juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan serta apresiasi kepada masyarakat Aceh atas kesabaran selama proses pemulihan berlangsung.
[Redaktur: Mega Puspita]