KonsumenListrik.WAHANANEWS.CO – Aliansi Lembaga Perlindungan Konsumen Listrik Nasional (ALPERKLINAS) menyampaikan respons cepat atas kondisi kelistrikan di wilayah bencana, terutama di Aceh.
Wilayah ini sempat mengalami pemadaman hingga tiga hari. ALPERKLINAS menegaskan pentingnya dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat untuk membantu PLN menjaga keandalan pasokan energi selama masa pemulihan.
Baca Juga:
PLN Angkut Tower Darurat untuk Pemulihan Aceh Pakai Hercules dan Helikopter
Ketua Umum ALPERKLINAS, KRT Tohom Purba, mengungkapkan bahwa idealnya situasi bencana tidak membebani personel siaga di lapangan, yang saat ini bekerja dalam tekanan tinggi, medan berat, serta risiko keselamatan.
“Saat bencana melanda, keberhasilan pemulihan listrik tidak hanya bergantung pada armada teknis PLN, tetapi juga pada ekosistem sosial di sekitarnya. Masyarakat punya peran strategis dalam memastikan proses pemulihan berjalan cepat, aman, dan lancar,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).
Tohom menegaskan bahwa dukungan masyarakat dapat diwujudkan dalam bentuk sederhana namun berdampak besar, mulai dari menjaga keamanan jalur perbaikan, tidak menghalangi mobilisasi petugas, hingga memberikan informasi lapangan yang akurat.
Baca Juga:
Akses Putus, Tim PLN Jalan Kaki 64 Km Demi Perbaiki Gardu Induk di Sibolga
Ia menyebut langkah ini sebagai bagian dari “solidaritas energi nasional” yang harus diperkuat dalam menghadapi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi.
“Kita memasuki era di mana ketahanan energi harus dibangun bersama. PLN sudah melakukan kerja luar biasa, dan masyarakat dapat mempercepat prosesnya dengan partisipasi aktif. Ini bukan hanya soal memulihkan listrik hari ini, tetapi membangun budaya kesiapsiagaan yang lebih visioner,” katanya.
Tohom juga menilai bahwa kejadian pemadaman masif di Aceh menjadi alarm penting bagi semua pemangku kepentingan.
Ia mendorong percepatan evaluasi infrastruktur, peningkatan ketangguhan sistem kelistrikan, serta penguatan komunikasi antara pemerintah daerah, PLN, dan komunitas setempat.
“Cuaca ekstrem akan menjadi tantangan berulang. Kita tidak boleh hanya reaktif, tetapi harus memiliki roadmap mitigasi yang progresif dan inklusif,” tuturnya.
Ia pun mengapresiasi kesigapan PLN yang berhasil memulihkan listrik Aceh secara penuh pada Kamis (2/10) pukul 00.07 WIB, sekaligus menekankan bahwa dukungan publik akan membuat proses pemulihan di masa depan semakin efisien.
“Personel PLN di lapangan sedang mempertaruhkan tenaga, waktu, dan keselamatan. Masyarakat wajib ikut menjaga ritme kerja mereka, bukan menambah tekanan,” tambahnya.
Sebelumnya, General Manager PLN UID Aceh, Mundhakir, menjelaskan bahwa pemulihan sistem kelistrikan di Aceh telah mencapai 100 persen.
Ia memastikan personel gabungan PLN tetap siaga untuk menjaga pelayanan, sambil memprioritaskan fasilitas vital seperti rumah sakit, pemerintahan, pusat komunikasi, dan layanan publik lainnya.
Mundhakir juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan serta apresiasi kepada masyarakat Aceh atas kesabaran selama proses pemulihan berlangsung.
[Redaktur: Mega Puspita]